Etika politik yang ditunjukkan figur calon presiden (capres) di Turki, Muharrem Ince, diharapkan bisa dijadikan bahan pembelajaran bagi Ganjar Pranowo.
- Tanamkan Kebersamaan, Satgas Yonif 122/TS Ajak Masyarakat Gotong Royong, Kampung Prabu
- Safari Ramadhan ke Boven Digoel, Danrem 174/ATW Laksanakan Baksos di Pondok Pesantren Hidayatullah
- Babinsa Koramil 1711-02/MT Bantu Masyarakat Boven Digoel dalam Pembuatan Rumah
Baca Juga
Direktur Political and Public Policy Studies (P3S), Jerry Massie menerangkan, pemilihan presiden (pilpres) di Turki dikagetkan dengan keputusan Muharrem Ince.
Pasalnya, Muharrem Ince sebagai salah satu kandidat menyatakan mengundurkan diri dari kontestasi pilpres karena tersandung satu skandal.
“Kita harus tiru seorang capres Turki mundur dalam pilpres di negara tersebut lantaran tersandung kasus video porno,” ujar Jerry kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (16/5).
Jerry menuturkan, Muharrem Ince mundur sebagai capres pada Minggu (14/5), meskipun ia berkelit dengan kabar beredarnya video porno dirinya dengan seorang wanita.
“Dengan mundurnya Ince, maka Pemilu Turki hanya akan diikuti tiga capres,” sambungnya mengungkapkan di lansir dari kantor berita RMOL.ID, Rabu (17/5).
Dari kejadian Pilpres di Turki ituMuharrem Ince dan Ganjar Pranowo/Net, doktor komunikasi politik lulusan America Global University ini menilai seharusnya bisa direnungi Ganjar Pranowo.
“Harusnya Ganjar yang sudah viral di medsos, yang suka nonton film biru ini juga harus mundur,” pungkasnya. 
- Satker PJN II Merauke Bersama Komunitas Koplink Care Berbagi Ratusan Takjil Untuk Berbuka Puasa
- PENGEMBANGAN LINGKUNGAN SOSIAL MASYARAKAT YANG BERKELANJUTAN
- Babinsa Koramil 1711-02/MT Bantu Masyarakat Boven Digoel dalam Pembuatan Rumah
