Kelalaian Petugas Berujung Pelarian Napi, Kalapas Akui Lapas Merauke Sesak dan Minim SDM

Seorang narapidana bernama Edowardus Supusepa alias Nus kabur dari pengawasan saat menjalani pengobatan di RSUD Kabupaten Merauke pada Selasa, 23 September 2025.


Peristiwa ini menjadi perhatian publik karena kembali menyoroti lemahnya pengamanan di Lapas Kelas IIB Merauke.

Berdasarkan laporan resmi, empat warga binaan dikeluarkan pukul 09.00 WIT untuk berobat dengan pengawalan tim kesehatan lapas. Tiga orang napi kembali ke lapas, sementara Edowardus melarikan diri. Hingga Rabu, 24 September 2025, upaya pencarian oleh tim pelacakan belum membuahkan hasil. Kepala Lapas Kelas IIB Merauke, Dewanto, AMd.I.P., S.Sos, mengonfirmasi kaburnya napi tersebut.

Dalam wawancara, Kalapas menjelaskan bahwa Edowardus sedang menjalani hukuman delapan bulan penjara atas kasus kepemilikan senjata ilegal, dan sudah menjalani enam bulan masa tahanan. Artinya, ia hanya tinggal dua bulan lagi menjalani sisa hukuman. Dewanto menegaskan pihaknya akan memeriksa petugas pengawal yang dinilai lalai dalam menjalankan tugas. “Nanti akan saya periksa dulu secara intens, apa alasan dan bagaimana sampai terjadi kelalaian ini,” ujarnya.

Kalapas juga menyinggung kondisi internal Lapas Merauke yang sedang menghadapi tantangan serius. Jumlah narapidana saat ini mencapai 521 orang, sementara kapasitas hanya untuk 319 orang. Dengan jumlah petugas sebanyak 71 orang, kondisi ini membuat pengawasan menjadi tidak ideal. “Lapas Merauke sudah over kapasitas dan kekurangan personel. Kepala pengamanan pun sedang sakit, sehingga sistem pengamanan tidak berjalan maksimal,” jelas Dewanto.

Terkait keresahan masyarakat karena kaburnya napi yang bertepatan dengan tindak pidana lain di Kota Merauke, Kalapas belum bisa memastikan adanya keterkaitan. Namun, ia memastikan pihaknya sudah berkoordinasi dengan Polres Merauke untuk melakukan pencarian dan penangkapan. Ia juga mengimbau masyarakat agar segera melapor apabila mengetahui keberadaan Edowardus.

Kasus kaburnya napi ini bukan hanya mencerminkan kelalaian teknis, tetapi juga memperlihatkan masalah struktural yang dihadapi Lapas Kelas IIB Merauke: over kapasitas, kekurangan personel, dan lemahnya sistem pengamanan.