Merauke – Konsultasi publik hasil studi timbulan sampah di Kabupaten Merauke digelar di lantai 3 Kantor Bupati Merauke, Rabu (24/9). Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Merauke dan Yayasan WWF Indonesia Program Papua, serta melibatkan unsur pemerintah daerah, swasta, lembaga swadaya masyarakat, akademisi, komunitas lokal, dan media massa.
Pengukuran timbulan dan komposisi sampah dilakukan pada 19–29 Mei 2025 oleh Dinas Lingkungan Hidup, Yayasan WWF Indonesia, serta akademisi dari Fakultas Pertanian Universitas Musamus. Kajian mengacu pada SNI 19-3964-1994 tentang metode pengambilan dan pengukuran timbulan serta komposisi sampah perkotaan dan perdesaan, kemudian dilanjutkan dengan analisis pada Juni–Juli 2025.
Berdasarkan hasil kajian dan data SIPSN Kementerian Lingkungan Hidup, timbulan sampah harian di wilayah perkotaan Merauke mencapai rata-rata 56,62 ton atau 49,36 persen dari total sampah di kabupaten tersebut. Komposisi terbesar berasal dari sisa makanan.
Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan & Keanekaragaman Hayati Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Merauke, Rufinus Budi Yolmen, menilai kajian ini sebagai terobosan dalam memahami persoalan persampahan. “Hasil kajian menunjukan bahwa komposisi sampah terbesar adalah sampah sisa makanan,” ungkapnya.
Sementara itu, Fasilitator Pengelolaan Sampah WWF Indonesia Program Papua, Dony Kristiawan, berharap hasil kajian dapat dijadikan acuan dalam menyusun kebijakan daerah. “Kajian ini diharapkan menjadi acuan bersama dalam pengelolaan sampah di Kabupaten Merauke,” katanya.
Melalui konsultasi publik, hasil studi ini disebarluaskan untuk memperkuat pemahaman kolektif terkait jumlah dan jenis sampah di Merauke. Temuan tersebut juga akan menjadi landasan penyusunan kebijakan daerah, mendorong pengintegrasian ke dalam rencana aksi lokal, sekaligus memperkuat kerja sama lintas pihak untuk menurunkan emisi metana dari sektor limbah dan mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah. 
- Kantor KSOP Merauke Berikan Tali Asih Bagi Masyarakat Sekitar Pelabuhan
- Lakukan Pelestarian Lingkungan dan Pengembangan Masyarakat, PT BIA Gelar Konsultasi Publik BIAN Project
- Anggota MRPS Katerina Yaas Soroti Pelayanan Susi Air di Papua Selatan