Calon Bupati terpilih, Romanus Mbaraka angkat bicara terkait adanya isu yang sengaja dihembuskan oleh oknum tertentu terkait keabsahan ijazah dan gelar Perguruan Tinggi yang digunakannya.
- Peringatan HUT ke-1 IWSS Boven Digoel: Syukur, Kolaborasi, dan Komitmen untuk Masyarakat
- BPS Triwulan III, Pertumbuhan Ekonomi Provinsi Papua Naik 5,78% Melalui Industri Pertambangan
- Kapolres Boven Digoel: Anggota POLRI Harus Jadi Teladan Bagi Masyarakat
Baca Juga
Ketika diwawancarai Romanus menjelaskan bahwa perguruan tinggi tempatnya menuntut ilmu merupakan yayasan kepunyaan dari Kodam XIII/Merdeka dan menegaskan bahwa gelar yang digunakannya merupakan gelar yang diberikan sesuai dengan ijazahnya. Sabtu, (19/12)
“Kita ini kan mahasiswa dan ketika kita selesaikan yang memberi kita ijazah dan gelar ini sekolah bukan kita yang minta gelar atau pakai gelar itu semau perut karena tidak bisa, jadi kita ini tidak bisa pakai gelar kecuali diberikan oleh lembaga perguruan tinggi yang bersangkutan dan kita ini bukan tidak jujur menggunakan karena penggunaan gelar bukan hanya hari ini tapi mulai dari kita selesai sekolah, CPNS, PNS, Kepala Dinas, Bupati, ikut Lemhanas sampai kembali lagi terpilih jadi Bupati kita tetap pakai gelar ini.” Tegasnya
Romanus Mbaraka juga menegaskan bahwa persoalan ini ditanggapi dengan baik dan tidak perlu dipersoalkan karena KPU Kabupaten Merauke sendiri sudah melakukan pengecekan keabsahan ijazah dari gelar yang digunakannya.
“Jadi saya pikir soal ijazah ini bukan soal jujur atau tidak jujur karena siapapun mahasiswa bahkan siapapun yang berbicara sendiri pakai ijazah itu diberikan oleh sekolah dimana kita bersekolah, jadi kita tidak bisa palsu-palsuan atau tidak jujur-jujuran karena jangan sampai sendiri yang tidak jujur karena orang yang bicara tentang ijazah itu lucu dan jangan sampai dia gila.” Katanya 
- Tarsis Rahailyaan: Memperjuangkan Hak Anak Keturunan Papua
- Kolaborasi Pemantauan Pemilu Independen, IKAMI SULSEL Merauke Audiensi bersama BAWASLU PPS
- AKSI NYATA TSE GROUP BANTU TINGKATKAN KOMPETENSI BERBASIS KOMPUTER BAGI OAP