Calon Bupati terpilih, Romanus Mbaraka angkat bicara terkait adanya isu yang sengaja dihembuskan oleh oknum tertentu terkait keabsahan ijazah dan gelar Perguruan Tinggi yang digunakannya.
- BNI Merauke Lakukan Pelayanan Terbatas Dihari Libur
- Boven Digoel Keluar Sebagai Juara Pada Pesparawi XIV Provinsi Papua Selatan
- Antisipasi Aksi PRP 10 Mei, Kapolresta Jayapura Kota Turunkan 1.000 Personil Gabungan
Baca Juga
Ketika diwawancarai Romanus menjelaskan bahwa perguruan tinggi tempatnya menuntut ilmu merupakan yayasan kepunyaan dari Kodam XIII/Merdeka dan menegaskan bahwa gelar yang digunakannya merupakan gelar yang diberikan sesuai dengan ijazahnya. Sabtu, (19/12)
“Kita ini kan mahasiswa dan ketika kita selesaikan yang memberi kita ijazah dan gelar ini sekolah bukan kita yang minta gelar atau pakai gelar itu semau perut karena tidak bisa, jadi kita ini tidak bisa pakai gelar kecuali diberikan oleh lembaga perguruan tinggi yang bersangkutan dan kita ini bukan tidak jujur menggunakan karena penggunaan gelar bukan hanya hari ini tapi mulai dari kita selesai sekolah, CPNS, PNS, Kepala Dinas, Bupati, ikut Lemhanas sampai kembali lagi terpilih jadi Bupati kita tetap pakai gelar ini.” Tegasnya
Romanus Mbaraka juga menegaskan bahwa persoalan ini ditanggapi dengan baik dan tidak perlu dipersoalkan karena KPU Kabupaten Merauke sendiri sudah melakukan pengecekan keabsahan ijazah dari gelar yang digunakannya.
“Jadi saya pikir soal ijazah ini bukan soal jujur atau tidak jujur karena siapapun mahasiswa bahkan siapapun yang berbicara sendiri pakai ijazah itu diberikan oleh sekolah dimana kita bersekolah, jadi kita tidak bisa palsu-palsuan atau tidak jujur-jujuran karena jangan sampai sendiri yang tidak jujur karena orang yang bicara tentang ijazah itu lucu dan jangan sampai dia gila.” Katanya 
- Inovasi Pendidikan Muncul di Festival Budaya Sejuta Rawa Mappi
- Pembuatan SKCK Meningkat Jelang Pendaftaran Polri, TNI-AD dan IPDN
- Bupati Hengki: Pemda Akan Dukung Penuh Pembangunan Gereja Hati Kudus Tanah Merah