Maulid di Boven Digoel, Gubernur Apolo Ajak Masyarakat Bumas Refleksi Diri Teladani Akhlak Nabi Muhammad

Boven Digoel, Papua Selatan – Gubernur Papua Selatan, Prof. Dr. Ir. Apolo Safanpo, S.T., M.T., IPM, menghadiri Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H yang diselenggarakan oleh Ikatan Keluarga Bugis Makassar (IKBM/Bumas) Tanah Merah, Kabupaten Boven Digoel, pada Sabtu (6/9/2025).


Dalam sambutannya, Gubernur mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan momentum Maulid Nabi Muhammada SAW sebagai ajang refleksi diri. Ia mengajak semua pihak untuk mengevaluasi sejauh mana kehidupan yang dijalani saat ini sudah sejalan dengan keteladanan Nabi Muhammad SAW, petunjuk agama, nasihat para tokoh masyarakat, dan petuah orang tua.

 "Yang paling penting dalam hidup kita adalah: pertama, anak-anak kita; kedua, keluarga; ketiga, iman dan agama; dan keempat, persaudaraan dalam kebersamaan," ujar Gubernur Apolo.

Namun, lanjutnya, realitas kehidupan saat ini seringkali tidak sejalan dengan nilai-nilai tersebut. Banyak orang justru menghabiskan waktu terbaik mereka untuk bekerja dan mengejar target duniawi, bahkan hingga melupakan momentum-momentum keagamaan dan kebersamaan keluarga.

Ia menyoroti fenomena ini sebagai bentuk paradoks kehidupan modern.

 "Paradoks adalah ketika apa yang kita katakan berbeda dengan apa yang kita lakukan. Dulu manusia bekerja untuk hidup, sekarang manusia hidup untuk bekerja. Dulu orang dihargai karena akhlak dan amalnya, kini dihargai karena pekerjaan dan jabatan," tambahnya.

Gubernur juga mengkritisi kebiasaan masyarakat modern yang lebih bangga memperkenalkan diri lewat profesi ketimbang jati diri atau nilai-nilai moral. Menurutnya, sistem kerja modern telah merasuki seluruh aspek kehidupan, termasuk dunia pendidikan.

 "Dulu kita bangun pagi untuk beribadah, sekarang kita bangun pagi untuk membuka media sosial. Bahkan media sosial digunakan untuk mengumbar aib orang lain. Ini adalah kebiasaan buruk yang tidak patut kita teladani," tegasnya.

Sebagai penutup, Gubernur mengajak seluruh masyarakat untuk terus berpegang teguh pada ajaran Nabi Muhammad SAW serta menjauhi hal-hal yang tidak sesuai dengan nilai-nilai keagamaan dan kearifan lokal.

"Mari kita jadikan Maulid Nabi ini sebagai momentum untuk merefleksikan diri dan kembali ke jalan yang benar," tutup Gubernur Apolo.