Michael Rooney Gomar, S.STP., M.Si., yang baru saja meraih gelar Doktor Ilmu Pemerintahan dari IPDN, memberikan pandangan baru tentang cara memberdayakan Mama Papua di Kabupaten Mappi, Papua Selatan.
- Pemalangan SMA Negeri 3 Merauke Kembali Terjadi, Kepsek: “Sekolah Bukan Tempat Menyelesaikan Sengketa”
- Peresmian Kantor Yayasan Maga Edukasi Papua (MEP) & Sekretariat Pendirian Universitas Internasional Papua (UIP)
- PT Agriprima Cipta Persada Gelar Konsultasi Publik Penilaian NKT, SKT, dan PDS di Merauke
Baca Juga
Dalam disertasinya yang berjudul "Pelaksanaan Program Bantuan Sosial Pemerintah dalam Upaya Pemberdayaan dan Peningkatan Pendapatan Mama Papua di Kabupaten Mappi Provinsi Papua Selatan," Gomar tidak hanya menganalisis masalah yang ada, tetapi juga menawarkan solusi melalui Model MRG.
Model MRG yang diusulkan oleh Gomar merupakan akronim dari tiga prinsip utama: Mothers, Relevance, dan Green. Prinsip pertama, "Mothers," memperluas cakupan pemberdayaan dari sekadar aktivitas ekonomi di pasar tradisional menjadi upaya untuk melibatkan semua perempuan asli Papua yang memiliki tanggung jawab domestik dan keinginan untuk diberdayakan. Prinsip kedua, "Relevance," menekankan pentingnya kebijakan sosial yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan khusus komunitas perempuan di Papua. Sementara itu, "Green" mengacu pada upaya untuk memastikan bahwa pemberdayaan ini juga berorientasi pada keseimbangan lingkungan melalui pemanfaatan sumber daya alam yang berkelanjutan.
Dengan Model MRG, Gomar berharap kebijakan pemberdayaan perempuan di Mappi akan lebih relevan, efektif, dan berkelanjutan. Model ini dapat menjadi solusi yang signifikan untuk mengatasi tantangan dalam pelaksanaan program bantuan sosial di wilayah-wilayah tertinggal.
- TINGKATKAN KOMPETISI MELALUI LOMBA CERDAS CERMAT
- Pemkab Mappi Blokir Gaji Guru Yang Meninggalkan Tempat Tugas
- Marinus Tandilolo Didaulat Sebagai Ketua IKAMI SULSEL Merauke
