Momentum Sumpah Pemuda ke-97, Bupati Boven Digoel Dorong Kolaborasi Pemuda dan Pemerintah

Boven Digoel, Papua Selatan — Bupati Kabupaten Boven Digoel, Roni Omba, S.IP, usai memimpin upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97 di halaman Kantor Bupati Boven Digoel, menyampaikan harapannya agar para pemuda di daerahnya dapat berperan aktif dalam mendukung pembangunan daerah. Upacara tersebut diikuti oleh Forkopimda, OPD, unsur vertikal, BUMN, dan BUMD.


Dalam keterangannya,  Bupati Roni Omba mengatakan bahwa upacara Sumpah Pemuda kali ini memiliki makna khusus karena merupakan upacara perdana dirinya bersama Wakil Bupati Drs. Marlinus setelah resmi dilantik memimpin Kabupaten Boven Digoel.

“Hari ini kita bersama-sama melaksanakan upacara Hari Sumpah Pemuda ke-97. Ini merupakan upacara perdana saya bersama Pak Drs. Marlinus setelah dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Boven Digoel. Kami merasa terhormat dipercaya menjadi inspektur upacara. Momentum ini juga menjadi ajang bertatap muka bersama ASN, TNI-Polri, serta organisasi masyarakat,” ujar Bupati.

Bupati menegaskan bahwa peringatan Hari Sumpah Pemuda bukan sekadar seremoni, melainkan menjadi langkah awal pemerintahannya untuk lima tahun ke depan.

 “Kami berharap, peringatan ini tidak hanya sebatas upacara. Pemuda diharapkan dapat memberikan kontribusi positif dalam pelaksanaan roda pemerintahan. Kami juga berharap ada kegiatan-kegiatan lain di mana pemuda bisa berkolaborasi dan bersinergi dalam menjalankan program-program positif,” lanjutnya.

Bupati juga menyoroti fenomena keterlibatan sebagian anak muda dalam hal-hal negatif, dan mengajak semua pihak untuk bersama-sama menanggulangi hal tersebut.

“Kita tahu bersama, akhir-akhir ini ada anak-anak muda, bahkan yang masih di bawah umur, terlibat dalam hal-hal negatif. Saya berharap kita bisa bergandengan tangan, khususnya dengan KNPI Boven Digoel dan organisasi kepemudaan lainnya,” ujarnya.

Menutup sambutannya, Bupati mengajak seluruh organisasi kepemudaan di Boven Digoel untuk bersatu dan menjadi mitra pemerintah dalam membangun daerah.

“Saya melihat masih ada sedikit kesalahpahaman di antara organisasi kepemudaan. Saya berharap ke depan kita bisa bersatu dalam satu wadah, menjadi mitra pemerintah untuk melakukan hal-hal positif dan mendukung program pembangunan daerah,” tutupnya.