Boven Digoel, Papua Selatan — Polres Boven Digoel memberikan pendampingan, pelayanan, serta bantuan kemanusiaan kepada para penambang emas yang tiba dari wilayah Kawe, Distrik Awimbon, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan, Minggu (24/5/2026).
- Pesawat AMA Jenis PK-RCQ Yang Mengalami Kecelakaan Di Senggi Berhasil Di Evakuasi Tim Gabungan
- "KPU Go To School", Sosialisasikan Pentingnya Hak Suara kepada Pemilih Pemula di Boven Digoel
- Peringati HUT ke 80 TNI AL, Kehadiran Kodaeral XI Merauke Siap Jaga Wilayah Maritim Papua Selatan
Baca Juga

Sebelumnya aparat Kepolisian menangani kasus pembunuhan sadis yang terjadi di area Camp Kali Fis, kepada penambang emas di Kampung Kawe, Distrik Awinbon, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan. Peristiwa tragis tersebut terjadi pada Senin, 18 Mei 2026 sekitar pukul 14.00 WIT. Pasca kejadian tersebut puluhan penambang emas diarahkan ke Tanah Merah, Kabupaten Boven Digoel.
Para penambang tiba melalui jalur Sungai Digoel dan disambut personel Polsek Kouh bersama anggota Polres Boven Digoel guna memastikan proses kedatangan berjalan aman dan lancar. Setibanya di Pelabuhan Distrik Kouh, para penambang terlebih dahulu menjalani pendataan sebelum melanjutkan perjalanan menuju Pelabuhan Iwot, Tanah Merah.
Kapolres Boven Digoel AKBP Wisnu Perda Putra, S.H., S.I.K., M.M., CBA.,, memimpin langsung proses penjemputan saat para penambang tiba di Pelabuhan Iwot Tanah Merah.
Dalam keterangannya, Kapolres mengatakan kehadiran Polri merupakan bentuk pelayanan dan kepedulian kepada masyarakat, khususnya bagi para penambang yang baru menempuh perjalanan panjang dari wilayah pedalaman Papua.
“Kami hadir untuk memastikan seluruh masyarakat yang tiba mendapatkan pelayanan yang baik, mulai dari pendataan, penyediaan makanan, hingga pemeriksaan kesehatan bagi yang membutuhkan penanganan medis,” ujarnya.
Menurutnya, Polres Boven Digoel juga menyiapkan fasilitas transportasi untuk membawa para penambang menuju Mapolres Boven Digoel agar dapat beristirahat dengan aman sebelum kembali ke keluarga masing-masing.
Sebanyak 33 penambang yang tergabung dalam gelombang pertama tiba lebih dahulu di Pelabuhan Iwot Tanah Merah. Mereka dijemput menggunakan kendaraan milik Polres Boven Digoel bersama Satgas Pamtas RI-PNG. Dari jumlah tersebut, dua orang menjalani perawatan medis di RSUD Boven Digoel karena kondisi kesehatan yang memerlukan penanganan lebih lanjut, sementara 31 orang lainnya dibawa ke Mapolres Boven Digoel untuk pendataan lanjutan dan beristirahat.
Sementara itu, gelombang kedua yang berjumlah 11 orang tiba pada sore hari dan kembali disambut personel Polres Boven Digoel. Sebanyak sembilan orang diarahkan menuju Polres Boven Digoel, sedangkan dua lainnya mendapatkan pelayanan kesehatan di RSUD Boven Digoel.

Secara keseluruhan, sebanyak 44 penambang berhasil tiba dengan aman di Kabupaten Boven Digoel. Polres Boven Digoel memastikan seluruh proses penjemputan, pendataan, hingga pelayanan kesehatan berjalan secara humanis dan kondusif.
Selain melakukan pelayanan terhadap para penambang, Polres Boven Digoel juga terus memperkuat koordinasi bersama TNI dan pemerintah daerah guna menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap aman, terutama pada jalur transportasi yang menghubungkan wilayah perbatasan dan pedalaman Papua Selatan.
- MRP Papua Selatan Tetapkan Antoneta Mokom dan Nikolaus Mahuze sebagai Wakil Ketua Baru
- Dukung MBG, Pertamina Merauke Beri Dukungan LPG dan Pengisian BBM Subsidi
- Kapolres Boven Digoel Kerahkan 219 Personil Amankan Pemilu