Pemuda Muhammadiyah Kota Sorong menyerukan agar pertikaian antar dua kelompok yang terjadi dari kemarin hingga saat ini, Rabu 17 April 2025 di Pasar Central Remu untuk duduk bersama menyelesaikan masalah tersebut.
- Personel Satgas Yonif RK 111/KB Meriahkan HUT Kemerdekaan RI Ke -78 Di Boven Digoel Papua Selatan
- Aspotmar Danlantamal X Hadiri Pelantikn 4 Bupati dan Wakil Bupat Terpilih Pilkada Papua
- Jaga Tali Silaturahmi, Paguyuban Nusantara, Pendeta hingga Relawan Serahkan Hewan Kurban dari Paulus Waterpauw
Baca Juga
Menurut Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kota Sorong, Moh. Mifta Toha Baria menyayangkan insiden pertikaian antar kedua kelompok yang terjadi di Pasar Sentral Remu yang berimbas saling serang di Jalan Raya.
“ Menyikapi insiden kerusuhan antar kelompok masyarakat yang kembali terjadi di Kota Sorong, Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kota Sorong menyampaikan keprihatinan mendalam serta mengecam segala bentuk kekerasan yang merusak tatanan sosial dan mengancam persatuan masyarakat,” ujar Toha Baria melalui keterangan resminya.
Aktivis Muhammadiyah menambahkan Kota Sorong adalah miniatur Indonesia, tempat berbagai suku, agama, dan budaya hidup berdampingan. Oleh karena itu, konflik horizontal seperti ini bukan hanya menyisakan luka fisik, tetapi juga merobek jalinan persaudaraan yang telah lama dibangun di tanah ini.
Sebagai salah organisasi kepemudaan Islam yang menjunjung tinggi nilai-nilai keadilan, kemanusiaan, dan persatuan, Pemuda Muhammadiyah mengajak seluruh elemen masyarakat - khususnya generasi muda - untuk menahan diri, tidak terprovokasi oleh isu-isu yang belum jelas kebenarannya, serta tidak menyebarluaskan narasi yang dapat memperkeruh suasana, baik di dunia nyata maupun melalui media sosial.
“ Kami juga mendorong pemerintah daerah, aparat keamanan, serta tokoh adat dan agama untuk segera memfasilitasi dialog terbuka antara kelompok yang terlibat, serta mengambil langkah-langkah konkret dalam membangun kembali kepercayaan dan rasa aman di tengah masyarakat,” ujarnya.
Pemuda Muhammadiyah Kota Sorong juga menyerukan agar menghentikan segala bentuk kekerasan fisik maupun verbal antar kelompok masyarakat.
Selain itu, Kata Toha Baria, mengedepankan pendekatan damai, musyawarah, dan rekonsiliasi dalam menyelesaikan setiap permasalahan.
Ia juga mengajak media lokal dan nasional untuk menyajikan informasi yang berimbang dan tidak memprovokasi.
“ Mengajak Masyarakat Kota Sorong untuk bijak dalam menanggapi isu yang berkembang di sosial media dan mendesak aparat penegak hukum untuk bertindak tegas dan adil terhadap pelaku provokasi maupun kekerasan,” tegasnya.
Ia melanjutkan kepada seluruh pemuda dan masyarakat kota Sorong untuk bersatu menjaga kedamaian Kota Sorong.
“ Kami percaya, keragaman adalah kekuatan kita, dan perbedaan bukan alasan untuk bermusuhan. Mari kita rawat Kota Sorong sebagai rumah bersama, tempat hidup yang damai dan sejahtera bagi semua,” tegas Toha Baria.
- Tahapan Musda ke - IV DPD KNPI Boven Digoel telah Dibuka, Ini Jadwalnya!
- Laka Tunggal Di Km . 101 Merauke, Satu Orang Meninggal Dunia
- Gambaran Seleksi CAT di Mappi: Harapan di Tengah Kerja Keras