Empat Anggota TNI meninggal dan satu orang hilang dalam penyerangan yang dilakukan oleh Kelompok Bersenjata Papua, di Posramil Kisor, Distrik Aifat Selatan, Kabupaten Maybrat, Papua Barat,(02/09).
- Usai Terlibat Tawuran, Pihak SMAN 1 dan SMK St. Antonius Merauke Akhirnya Berdamai di Kantor Polisi
- PT Agriprima Cipta Persada Gelar Konsultasi Publik Penilaian NKT, SKT, dan PDS di Merauke
- Terancam Punah Ikan Pari Gergaji Terkonfirmasi Ada di Laut Papua Selatan
Baca Juga
Pengurus Pusat GMKI (PP GMKI) menyampaikan rasa prihatin atas peristiwa tersebut. "Saya mewakili GMKI menyampaikan turut bela sungkawa atas meninggalnya Empat orang TNI dan satu orang hilang", kata Jefri Gultom.
Untuk menjaga suasana kondusif di Papua, GMKI meminta kepada Panglima TNI untuk tidak bereaksi cepat melakukan operasi militer di daerah Maybrat, Provinsi Papua Barat. GMKI berharap pelaku penyerangan ditemukan dan diproses secara hukum, tutur Jefri Gultom.
PP GMKI menyayangkan terjadi penyerangan anggota TNI menjelang diselenggarakan PON XX di tanah Papua. GMKI berharap penyerangan ini tidak mengganggu jalannya persiapan penyelenggaraan PON XX di tanah Papua.
"PON di tanah Papua merupakan sejarah baru bagi masyarakat papua. "Melalui semangat PON XX Papua, kita harus tunjukkan Indonesia sebagai negara berdaulat", ujar Jefri Gultom.
Jefri Gultom mengajak masyarakat Papua untuk mendukung penyelenggaran PON. Pelaksanaan PON akan mendatangkan banyak atlet dan wisatawan dari seluruh Indonesia. Melalui PON, masyarakat dapat memperkenal budaya, wisata yang indah di tanah Papua. Selain itu, PON Papua dapat meningkatkan ekonomi masyarakat lokal.
Dalam pernyataan penutupnya, Jefri Gultom menyampaikan bahwa percaya terhadap kinerja TNI-POLRI dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Papua.
- ALUMNI PENERIMA BEASISWA BPDP-KS YANG DIAKOMODIR TSE GROUP BERBAGI PENGALAMAN
- Tiga Sekolah Kedinasan Laksanakan Seleksi Kompetensi Dasar di BKPSDM Papua Selatan
- Tumbuhkan Rasa Nasionalisme, Prajurit Habema Ajari Anak-anak Bombam Lagu-lagu Kebangsaan
