Merauke - Pengurus Persektuan Pemuda Ikatan Keluarga Toraja (PP-IKT) Kabupaten Merauke Periode 2025-2027 resmi dilantik hari ini, sekaligus memperingati perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke 40 tahun PP-IKT.
- Ketua MUI Papua Resmi Kukuhkan MUI Boven Digoel
- Pelabuhan Maf Mappi, Destinasi Unggulan Berkat Visi Penjabat Bupati Michael Rooney Gomar
- Penerangan Listrik Mindiptana Belum 24 Jam, Serma Sukardi: Diharapkan Pegawai PLTD Lakukan Kordinasi ke Tingkat Atas
Baca Juga
Renaldy Turupadang terpilih sebagai Ketua PP-IKT secara aklamasi lewat kongres yang dilaksanakan pada 5 Oktober 2025 untuk menggantikan Andreas Bayu Bangalino yang telah menjabat sebelumnya pada periode 2022-2025 lalu.
Dalam sambutannya Renaldy Turupadang menyampaikan rasa terima kasihnya atas kepercayaan yang diberikan untuk memimpin PP-IKT periode 2025-2027. Menurutnya ini bukanlah hal yang ringan, tetapi amanah yang akan dijalankan dengan penuh rasa tanggung jawab.
"Kepada rekan-rekan pemuda Toraja saya mengajak kita semua untuk terus bersatu, saling mendukung dan bersama-sama membangun organisasi ini menjadi wadah yang aktif, kreatif yang membawa dampak positif bagi masyarakat dimana pun kita berada," terangnya.
Dikesempatan yang sama, Andreas Bayu Bangalino menyampaikan harapannya kepada Ketua yang baru beserta seluruh pengurus yang telah dilantik untuk terus bersemangat dalam kebersamaan Persekutuan Pemuda Ikatan Toraja (PP-IKT) melaksanakan setiap program dan kegiatan dalam lingkup persekutuan, juga bersama dengan masyarakat.
"Percayalah bahwa saya akan tetap selalu bersama kalian karena banyak pengalaman yang tidak bisa saya lupakan bersama pemuda IKT hampir tiga tahun lamanya. Banyak cerita, kenangan, pengalaman dan pelajaran dalam memimpin serta berbaur bersama pemuda-pemudi dan para orang tua," ungkapnya.
Sebagai ketua demisioner, dirinya juga mendorong para orang tua dilingkup Ikatan Keluarga Toraja (IKT) untuk tetap dapat merangkul, membimbing, mengarahkan dan terus memberikan nasehat kepada kepengurusan yang baru.
"Saya harap jangan dilepaskan dan ditinggalkan. Kalau pun mereka ada kekurangan, itu menjadi hal yang wajar karena mereka ini merupakan pemuda-pemudi yang terus belajar sebagai "fondasi tongkonan" yang akan selalu bersama-sama dengan para orang tua di IKT," pungkasnya. 
- Konsultasi Publik Studi Timbulan Sampah Digelar di Merauke Bahas Temuan dan Rekomendasi Pengelolaan
- Hoax, Menag Minta Dana Haji Untuk IKN, Pdt. Amsal Yowei: Ajak Masyarakat Bijak Menanggapi
- Polri Tetap Dukung Penanggulangan Bencana Banjir dan Longsor di Kota Jayapura