Tim Unmus Laksanakan Pengabdian Masyarakat Bersama Masyarakat Adat Marind di Pantai Tubatub Tak Merauke

Merauke, Papua Selatan — Tim dosen Universitas Musamus Merauke melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Pantai Tubatub Tak, Kampung Matara, Distrik Semangga, Kabupaten Merauke, pada Minggu, 30 Oktober 2025.


Kegiatan ini bertajuk “Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat Adat Marind dalam Pengembangan Potensi Pantai Kreatif di Papua Selatan” dan merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat tahun 2025 yang didanai oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

Pantai Tubatub Tak memiliki nilai budaya yang kuat bagi masyarakat adat Marind. Nama “Tubatub Tak” berasal dari bahasa Marind, di mana tubatub berarti burung kecil dan tak berarti sumur. Berdasarkan cerita masyarakat, nama itu diambil dari kisah sumur air tawar yang menjadi tempat berkumpulnya burung-burung kecil di pesisir selatan Papua. Kini, meski sumur itu telah hilang akibat abrasi, kisahnya tetap hidup sebagai simbol keterikatan masyarakat dengan alam.

Kegiatan yang dipimpin oleh Yuldiana Zesa Azis, S.H., M.H., bersama Emiliana Bernadina Rahail, S.H., M.H., dan Nasri Wijaya, S.H., M.H., berfokus pada pelatihan promosi digital dan penguatan kelembagaan masyarakat adat. Tim memberikan pelatihan pembuatan konten wisata, pengelolaan media sosial, serta pendampingan hukum kelembagaan bagi kelompok sadar wisata Pantai Tubatub Tak.

Ketua kelompok pariwisata, Mama Lucia Gebze, menyampaikan rasa terima kasih atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia berharap dukungan dari dunia akademik dan pemerintah dapat berlanjut. “Kami sangat bersyukur dan berharap kegiatan seperti ini terus berjalan agar Pantai Tubatub Tak semakin dikenal dan bisa membawa manfaat bagi masyarakat di pesisir,” ujarnya.

Kegiatan ini menunjukkan komitmen Universitas Musamus dalam menguatkan kemitraan antara perguruan tinggi dan masyarakat adat, serta mendorong pengembangan ekonomi lokal melalui pelestarian budaya dan pariwisata berkelanjutan di Papua Selatan.