Putusan otoritas sepak bola dunia dan Eropa, FIFA dan UEFA, yang mencoret Rusia dari kompetisi internasional untuk level tim nasional maupun klub membuat Federasi Sepak Bola Rusia, RFU, meradang.
- Paulus Waterpauw Dizolimi, Ketua Dewan Adat Tabi : Ada Kelompok Yang Ingin Kuasai SDA Papua
- Terima Dukungan PKB dan PSI, Pasangan MARI Optimis Menang Pilkada Merauke
- Ditinggalkan Gus Yahya, Peluang Cak Imin di Pilpres 2024 Mengecil?
Baca Juga
Terlebih hukuman itu berlaku hingga ada pemberitahuan berikutnya dari pihak FIFA maupun UEFA.
Keputusan FIFA-UEFA itu praktis membuat Timnas Rusia tak bisa melanjutkan perjuangan mereka untuk lolos ke Piala Dunia 2022. Begitu pula dengan Spartak Moskow yang harus kehilangan kesempatan di Liga Europa.
"Federasi Sepak Bola Rusia tidak setuju dengan keputusan FIFA dan UEFA menangguhkan partisipasi semua tim Rusia di pertandingan internasional untuk jangka waktu yang tidak terbatas," demikian bunyi pernyataan RFU di laman resminya, Selasa (1/3).
Menurut pihak RFU, keputusan tersebut bertentangan dengan norma dan prinsip kompetisi internasional, serta semangat keolahragaan.
"(Keputusan) itu bersifat diskriminatif dan merugikan buat banyak olahragawan, pelatih, karyawan klub dan tim nasional. Dan yang paling penting, jutaan penggemar di Rusia dan di luar negeri, yang kepentingannya harus diutamakan oleh organisasi olahraga internasional," sambung pernyataan RFU. Diberitakan Kantor Berita RMOL.
Lebih jauh, RFU menilai putusan FIFA dan UEFA itu telah memecah belah komunitas olahraga internasional, yang selalu berpegang pada prinsip kesetaraan, saling menghormati, dan independensi dari politik.
"Kami berhak untuk memberikan sanggahan terhadap keputusan FIFA dan UEFA, sesuai dengan hukum olahraga internasional," tutup RFU.
- Junjung Netralitas dan UU ASN, Yosep Bladib Gebze Resmi Ajukan Surat Pengunduran Diri
- Demi Menjaga Netralitas FKUB, Kyai Nursalim Arrozy Mundur Dari Jabatan Ketua FKUB Keerom
- Sekum KONI Papua Apresiasi dan Terima Saran Waketum KONI Pusat
