Merauke - Anggota Majelis Rakyat Papua Selatan (MRPS), Katerina Mariana Yaas, SE menyoroti pelayanan penjualan tiket yang dilakukan oleh maskapai Susi Air yang melayani rute penerbangan perintis kebeberapa daerah di Papua Selatan.
- MRPS Dukung Penuh Program Percepatan Pembangunan Kabupaten Mappi
- Dewan Kehormatan Siap Berikan Sanksi Berat Kepada Salah Satu Anggota MRPS Jika Terbukti Melanggar Kode Etik
- Empat Anggota MRP Papua Selatan dari Kabupaten Mappi Desak Jabatan Sekda Diisi Orang Asli Papua
Baca Juga
Dilihat dari video yang tengah viral disosial media, dirinya sendiri yang harus mengalami tindakan tidak menyenangkan karena harus mendapat penolakan saat ingin membeli tiket bagi kedua orang tuanya.
Saat dimintai keterangan, Katerina menjelaskan penolakan yang dirinya terima karena
menurut penjelasan pegawai Susi Air yang berada diloket bahwa pembelian tiket harus dilakukan oleh penumpang yang akan berangkat sendiri secara langsung, padahal secara etika dirinya sebagai anak tidak mungkin membiarkan kedua orang tuanya harus datang mengantri. Alasan lain yang diberikan oleh pihak Susi Air yaitu dirinya hanya boleh membeli satu tiket saja dan harus menunjukan Kartu Keluarga sesuai dengan aturan maskapai untuk mengecek apakah memiliki hubungan keluarga, padahal Khatarina menyampaikan bahwa dirinya sudah datang membawa langsung KTP calon penumpang.
Dirinya juga menyoroti bahwa dalam proses pembelian tiket Susi Air kerap kali terjadi keributan antar para calon penumpang, hal ini diakibatkan karena untuk dapat melakukan perjalanan menggunakan Susi Air para penumpang harus mulai mengantri dari pukul 10.00 wit malam. Padahal diketahui bahwa loket Susi Air baru akan buka pada pukul 06.30 wit pagi dan dirinya sendiri baru datang pada pukul 05.00 wit.
Sebagai seorang Anggota Majelis Rakyat Papua Selatan yang menjadi bagian dari lembaga kultural dan representasi Orang Asli Papua (OAP) yang juga berfungsi untuk memberikan pertimbangan terhadap kebijakan daerah, Katerina Mariana Yaas akan meminta kepada pimpinan daerah Provinsi Papua Selatan, MRPS dan juga Dinas Perhubungan untuk segera melakukan pertemuan untuk mengevaluasi pelayanan Susi Air dalam pembelian tiket bagi para penumpang.
"Ini sudah menjadi keresahan masyarakat, buktinya ketika ini terjadi banyak sekali masyarakat mengeluhkan hal yang sama. Bayangkan saja masyarakat sudah harus mengantri dari tengah malam, ada yang sampai harus bawa anak-anak dan duduk tunggu didepan kantor Susi Air sampai pagi. Itu pun kalau mereka bisa langsung dapat tiket, karena pembeliannya langsung untuk jadwal penerbangan selama 1 minggu. Jadi kalau ada yang tidak dapat, minggu depannya harus ikut mengantri lagi," tegas Yaas. 
- Kantor KSOP Merauke Berikan Tali Asih Bagi Masyarakat Sekitar Pelabuhan
- Lakukan Pelestarian Lingkungan dan Pengembangan Masyarakat, PT BIA Gelar Konsultasi Publik BIAN Project
- Alasan Administrasi, Hanya SPPG Mitra Putri Papua Selatan Yang Berhenti Sementara di Merauke