Merauke - Hasil arus peti kemas di Terminal Peti Kemas (TPK) Pelabuhan Merauke pada Triwulan I Tahun 2026 menunjukkan tren positif. Realisasi arus petikemas tercatat mencapai 14.462 TEUs (satuan ukuran standar internasional), meningkat dibandingkan periode tahun 2025 sebesar 13.085 TEUs, atau tumbuh sekitar 10,5 persen.
- MUI Boven Digoel Harus Jadi Pijakan Seluruh Umat Islam Tanpa Terkecuali di Boven Digoel
- Doa Bersama Para Eks Pejuang OPM, Berharap Yang Lain Segara Kembali ke NKRI
- Lakukan Pelestarian Lingkungan dan Pengembangan Masyarakat, PT BIA Gelar Konsultasi Publik BIAN Project
Baca Juga
Peningkatan ini mencerminkan membaiknya aktivitas logistik dan distribusi barang di wilayah Merauke, sekaligus menegaskan peran strategis pelabuhan dalam mendukung konektivitas serta kelancaran arus barang, khususnya di kawasan Indonesia Timur.
Terminal Head TPK Merauke, Rasul Irmadani menyampaikan bahwa peningkatan arus peti kemas menjadi sinyal positif bagi aktivitas logistik di wilayah Papua Selatan khususnya Merauke. Sehingga terus dilakukan berbagai langkah optimalisasi operasional dilapangan guna menjaga kelancaran arus barang.
“Peningkatan arus peti kemas ini menunjukkan aktivitas logistik di Merauke semakin berkembang. Kami terus memastikan kesiapan operasional agar pelayanan dapat berjalan optimal seiring pertumbuhan tersebut. Dengan meningkatnya arus peti kemas juga, kami terus melakukan optimalisasi operasional, termasuk pengaturan lapangan penumpukan, peningkatan koordinasi pelayanan kapal, serta pemanfaatan fasilitas secara lebih efektif agar kegiatan bongkar muat tetap berjalan lancar,” jelasnya.
Kepala Cabang PT Tanto Intim Line Merauke, Bondan juga turut menegaskan bahwa peningkatan trafik menjadi indikator positif bagi pertumbuhan logistik.
“Peningkatan trafik dan aktivitas pelayanan di Pelabuhan Merauke merupakan indikator positif dari pertumbuhan logistik di wilayah ini. Dengan dukungan seluruh stakeholder dan mitra kerja, kami terus berupaya mengoptimalkan pelayanan agar tetap berjalan lancar dan semakin efisien ke depannya,” ujarnya.
Seiring berjalan dengan pertumbuhan yang terjadi, kinerja operasional pelabuhan juga tetap terjaga dengan baik. Aktivitas di lapangan penumpukan semakin dinamis dengan meningkatnya intensitas pelayanan kapal dan arus petikemas yang terus berkembang. Di sisi lain, peningkatan trafik juga menghadirkan tantangan operasional yang perlu dikelola secara optimal diantaranya terkait pemanfaatan ruang penumpukan, pengaturan jadwal kapal, serta faktor eksternal seperti kondisi cuaca dan distribusi barang. Hal ini menjadi bagian dari proses adaptasi pelabuhan dalam menghadapi pertumbuhan arus logistik yang semakin meningkat.
Sebagai langkah penguatan kapasitas operasional, TPK Merauke melakukan peningkatan kompetensi sumber daya manusia serta penambahan dukungan peralatan. Salah satunya melalui kehadiran alat bongkar muat side loader hasil relokasi, yang diikuti dengan pelatihan operator lokal. Pelatihan tersebut melibatkan operator berpengalaman dari TPK Sorong dan TPK Jayapura yang turun langsung ke Merauke untuk melakukan transfer pengetahuan serta peningkatan keterampilan operasional di lapangan. Dengan dukungan peralatan baru ini, proses bongkar muat diharapkan menjadi lebih cepat, efisien, dan mampu meningkatkan produktivitas operasional secara keseluruhan.
Diharapakan kedepan nanti terus dilakukan berbagai langkah peningkatan kapasitas dan optimalisasi operasional akan terus dilakukan guna memastikan pelayanan pelabuhan semakin andal, responsif, serta mampu mengakomodasi pertumbuhan arus logistik yang terus meningkat. 
- Pertamina Tinjau Kesiapan Sarfas SPBU dan Berbagi Takjil Gratis
- Dampak Bencana, BPBD Mamberamo Raya Minta Sentuhan BNPB Pusat
- KERJASAMA PT.BIA, UNIVERSITAS MUSAMUS DAN KELOMPOK MBATNA DALAM RANGKA PENANAMAN 1000 MANGROVE DI PANTAI PAYUM