Bupati Merauke, Drs. Romanus Mbaraka, M.T., mengungkapkan ketidakpuasannya yang mendalam terhadap Telkom akibat insiden pelambatan jaringan telekomunikasi di Merauke.
- Anggota TNI Tertembak OTK, Istri Dan Dua Anaknya Pun Jadi Korban.
- Satgas Pamtas S RI-PNG Y 111/KB Berhasil Selamatkan Warga dari Arus Banjir di Perbatasan Papua Selatan"
- Pesan Julia Jackline Yaroseray di HAN Tahun 2024 untuk Anak- Anak Papua
Baca Juga
Pernyataan tegas ini disampaikan oleh Bupati Merauke saat memberikan sambutan pada Rapat Paripurna di Kantor DPRD Merauke pada Kamis (21/9).
Bupati menjelaskan bahwa ketika sinyal telekomunikasi di Merauke mengalami penurunan kualitas, ia segera berusaha berkomunikasi dengan pimpinan Telkom Merauke.
Namun, ia mendapati bahwa bahkan pimpinan Telkom Merauke sendiri bingung dan tidak dapat memberikan penjelasan yang memadai mengenai penyebab gangguan tersebut, yang berakibat pada melemahnya jaringan internet.
Sikap tersebut memicu kemarahan besar dari Bupati, yang dengan tegas memperingatkan pihak Telkomsel untuk serius mengatasi masalah ini.
"Ketika sinyal terputus, saya langsung ditemui oleh pimpinan Telkom Merauke, dan saya merasa sangat marah. Saya mengancam mereka.
Namun, pimpinan Telkom Merauke sepertinya benar-benar bingung tentang apa yang terjadi," ujar Bupati dihadapan para Anggota DPRD Merauke.
Namun, keesokan harinya, Bupati kembali bertemu dengan pimpinan Telkom Wilayah Papua, yang memberikan penjelasan lebih rinci tentang penyebab melemahnya sinyal.
Mereka mengindikasikan bahwa kemungkinan masalah terletak pada putusnya kabel bawah laut ruas Merauke-Timika, yang berjarak sekitar 300 km dari Merauke.
Menghadapi tantangan ini, pimpinan Telkom Papua memberikan dua alternatif untuk mencegah kejadian serupa di masa depan. Alternatif pertama adalah menggunakan akses jaringan ring Palapa yang terhubung dari arah Mappi dan Asmat, sedangkan alternatif kedua adalah dengan mengaktifkan mode kabel cadangan.
Meskipun demikian, Bupati mencatat bahwa penggunaan kabel cadangan akan memakan waktu yang sangat lama.
Sebagai solusi yang lebih cepat dan efektif, Bupati Merauke menyarankan penggunaan jaringan satelit untuk mengantisipasi kemungkinan gangguan serupa di masa depan.
Dalam konteks ini, Bupati Merauke juga mengusulkan kepada DPRD Merauke untuk mengundang perwakilan dari Telkom dan Telkomsel agar dapat melakukan audiensi bersama DPRD.
Langkah ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih baik tentang masalah ini dan mencari solusi yang efektif untuk masalah jaringan telekomunikasi di Merauke.
- Diduga Arus Pendek, Satu Unit Rumah Kos di Kayu Batu Hangus Terbakar.
- Fenomena Bau Busuk Yang Kembali Terjadi Di Semanngga 2 Menjadi Catatan Penting Oleh DPRD Merauke
- Alasan Teknis, KSOP Merauke Tegaskan Kapal Yang Berada di Komolom Tidak Terdampar dan Bukan Kapal Pengangkut Alat Berat