Pasangan Calon nomor urut 02 H. Chaerul Anwar dan Nathalis B. Kaket (WARNA), membantah isu miring yang sedang heboh beredar dikalangan masyarakat terkait dengan undur dirinya WARNA dari pertarungan politik pilkada Boven Digoel dan berkoalisi dengan salah satu paslon. Kamis (15/4)
- Penampilan Terbaru Pilot Susi Air Philip Mark Mehrtens yang Disandera Bersama Egianus Kogoya
- Tantangan Besar di Balik Pendistribusian Logistik Pemilu 2024 di Kabupaten Merauke
- Jelang Putusan MK Sengketa Pilkada Boven Digoel, Ratusan TNI-POLRI Diterjungkan Untuk Mengamankan
Baca Juga
Saat ditemui reporter RMOL Papua dikediaman, H. Chaerul Anwar membenarkan bahwa isu WARNA "undur diri" dan "berkoalisi dengan salah satu paslon" memang sedang beredar dikalangan masyarakat. Dirinya menyampaikan bahwa isu tersebut sangat murahan dan tidak benar, WARNA tidak mundur dan tetap dalam proses untuk suksesi PSU 7 Juli 2021 besok.
Kata Anwar, bahwa dalam kontestasi politik pilkada Boven Digoel ini WARNA tidak berkoalisi dengan salah satu paslon tetapi WARNA berkoalisi dengan rakyat itu yang benar.
"Hasil keputusan Mahkamah Konstitusi (MK), Pemungutan Suara Ulang (PSU) kabupaten Boven Digoel itu diikuti oleh 3 paslon dan salah satunya adalah WARNA nomor urut 02". Jika ada yang mundur itu artinya secara konsitusi melanggar aturan yang ada, maka ini harus dicerna dengan baik oleh masyarakat". Tururnya
Dengan putusan MK untuk PSU Boven Digoel Dirinya selaku calon Bupati Boven Digoel nomor urut 02 bersama calon wakilnya Pak Nathalis B. Kaket mengajak dan menghimbau seluruh masyarakat Boven Digoel khususnya tim pedukung WARNA untuk tetap menjaga kondisi KAMTIBMAS Boven Digoel yang baik dan tidak menyerang secara pribadi kepada paslon yang ada.
Anwar juga mengajak seluruh paslon untuk bersama-sama sosialisasikan dan menjual jual nilai visi-misi dari paslon masing-masing serta tidak menyebarkan isu-isu atau berita yang memang menyesatkan. Insya Allah, dengan Kuasa Tuhan pasti salah satu dari 3 paslon ini akan ada yang menjadi Bupati dan wakil Bupati Boven Digoel dan tentunya kepada ketiga paslon ini, kita mengayomi semuanya, jangan ada gerakan-gerakan anti suku atau anti golongan serta fanatik yang berlebihan sehingga nanti akan merugikan kita semua". Tandasnya
"Mudah-mudahan PSU 7 Juli besok dapat berjalan degan baik sesuai harapan kita dan menghasilkan Bupati dan wakil Bupati yang legitimit sesuai dengan demokrasi kita". Tutup Anwar
(MT)
- Wacana Penundaan Pemilu oleh Parpol Semacam Pola Menuju Otoritarian
- Aksi Damai, Meminta Pemerintah Pusat Cabut Otsus Jilid II Dan Menghentikan DOB Diseluruh Tanah Papua.
- Demokrat Resmi Usung Mathius D Fakhiri (MDF) dan Aryoko Rumaropen Maju Pilgub Papua 2024
