Beberapa Orang warga Merauke yang saat ini terjebak lockdown di Jayapura mengaku telah melakukan pembayaran sebanyak Rp. 750.000 kepada oknum yang mengaku akan melakukan rapid tes dan memulangkan mereka ke Merauke.
- Nagita 61 Detik, Gorengan Deepfake
- 6 Prajurit TNI Selamatkan Guru dan Warga Saat Kerusuhan di Elelim
- Laka Tunggal Tabrak Median Jalan, Korban Meninggal Dunia
Baca Juga
Hal ini sampai kan oleh Dev Titaley selaku koordinator posko terdampak Covid-19 kepada reporter Rmol Papua mengakui bahwa sampai hari ini telah terdapat setidaknya 5 orang yang datang ke Posko Terdampak Covid-19 Jayapura dan mengakui telah menyerahkan sejumlah uang kepada oknum yang mengaku akan membawa mereka ke Merauke. Sabtu (06/6)
“Ia sampai hari ini sudah ada 5 orang yang datang kepada kami dan menyatakan bahwa telah melakukan pembayaran sebanyak Rp.750.000 kepada salah satu oknum yang mengaku akan melakukan repid tes dan memulangkan mereka ke Merauke.”
Selanjutnya Dev Titaley mengakui bahwa Posko Terdampak Covid-19 melakukan pelayanan secara gratis dalam bentuk apapun, bahkan hingga makan dan minum di posko tersebut sama sekali tidak ada biaya yang di pungut, semuanya gratis ucapnya.
Selanjunya Dev mengatakan bahwa pihaknya tidak bertanggung jawab bila ada masyarakat yang merasa di rugikan akibat dari pemungutan biaya tersebut, karena berdasarkan instruksi Buati Merauke bahwa pihaknya akan terus melakukan upaya pelayanan secara gratis dan tidak di pungut biaya sdikitpun.
”Tidak ada biaya apapun yang kami tarik dari masyarakat yang saat ini sedang terdampak Covid-19, tidak ada pungutan untuk biaya karantina dan lain-lain.” Pungkasnya 
- Ketum PWI Pusat: Berita Soal Wadas Harus Akurat, Berimbang, dan Independen
- Gempa Bumi Kembali Mengguncang Papua, Kali Ini di Bintuni
- KKB Tembak Pesawat Sam Air di Bandara Kenyam Papua