FORKI Papua Selatan Gelar Rapat Kerja: Matangkan Persiapan Penataran Wasit Juri, Kepelatihan Serta PORPROV II Tahun 2025.

Pengurus FORKI Papua Selatan berpose bersama usai Rapat Kerja Pengurus Provinsi di Gedung Dekanat Universitas Musamus, Merauke (6/9/2025).
Pengurus FORKI Papua Selatan berpose bersama usai Rapat Kerja Pengurus Provinsi di Gedung Dekanat Universitas Musamus, Merauke (6/9/2025).

Merauke – Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI) Provinsi Papua Selatan menggelar Rapat Kerja Pengurus di Gedung Dekanat Lantai II Universitas Musamus, Jalan Kamizaun Mopah Lama, Merauke, Sabtu (6/9/2025) pukul 14.30–17.30 WIT.


Rapat yang dipimpin langsung oleh Ketua Umum FORKI Papua Selatan, Albertus Muyak, S.E., M.Si., ini dihadiri pengurus provinsi serta perwakilan perguruan karate di Papua Selatan. Forum tersebut menjadi tonggak penting untuk menyatukan langkah dalam memperkuat pembinaan karate sekaligus mematangkan agenda strategis tahun berjalan.

Tiga agenda utama menjadi fokus pembahasan, yaitu persiapan Penataran Wasit Juri, pelatihan kepelatihan karate, serta kesiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) II Papua Selatan Tahun 2025. Agenda ini dipandang krusial untuk memastikan kualitas perangkat pertandingan, kapasitas pelatih, sekaligus kesiapan atlet menghadapi kejuaraan resmi tingkat provinsi.

Selain itu, rapat juga menekankan pentingnya sinergi antarperguruan di bawah naungan FORKI, seperti KKI, INKAI, dan GABDIKA, agar pembinaan karate di Papua Selatan berjalan terarah dan berkesinambungan.

Dalam sambutannya, Albertus Muyak menegaskan bahwa FORKI Papua Selatan tidak hanya berperan mengawal prestasi olahraga, tetapi juga membangun karakter generasi muda. “Karate mengajarkan disiplin, semangat juang, dan sikap sportif. Melalui pembinaan yang terarah, kami ingin menjadikan karate sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia di Papua Selatan,” tegasnya.

Sementara itu, Kabid Binpres FORKI Papua Selatan, Sensei Agustinus Ufi, menekankan bahwa pembinaan prestasi harus berjalan paralel dengan peningkatan kualitas sumber daya. “Kami ingin memastikan bahwa atlet, pelatih, dan wasit memiliki standar yang sama agar Papua Selatan bisa bersaing di tingkat nasional. PORPROV II akan menjadi ajang uji kesiapan, dan FORKI berkomitmen tampil maksimal,” ungkapnya.

Rapat kerja yang berlangsung penuh semangat itu menghasilkan sejumlah rekomendasi penting yang akan dijadikan pedoman organisasi untuk satu tahun ke depan, sekaligus menjadi landasan menghadapi agenda olahraga provinsi maupun nasional.