Puluhan ribu buruh tumpah ruah di Istora Senayan, merayakan Hari Buruh Internasional dalam acara May Day Fiesta 2023, Senin (1/5).
- Negara Lain Tunda Pemilu Maksimal 75 Hari sedangkan Indonesia Dua Tahun, Jokowi Mau Apa?
- Didampingi Gubernur Kepri, Ketum JMSI Bacakan Deklarasi Natuna
- DPD PSI Merauke Lakukan Wawancara Bakal Calon Bupati Kristian Gebze
Baca Juga
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia Said Iqbal menuturkan, aksi buruh akan terus digulirkan, hingga tercapai enam tuntutan buruh dilaksanakan pemerintah.
Yang pertama buruh menuntut pemerintah mencabut UU No 6/2023 tentang Ciptaker. Yang kedua, menuntut pemerintah mencabut parliamentary threshold 4 persen dan presidential treshold 20 persen yang merupakan sistem demokrasi terpimpin.
"Ini diperparah dengan koalisi besar dan koalisi-koalisi capres lainnya," kata Said Iqbal di lokasi.
Tuntutan buruh yang ketiga yakni mendesak pemerintah untuk reforma agraria dan performa pangan yang anti-impor.
"Empat, tolak rancangan undang-undang kesehatan," imbuhnya.
Kelima, menuntut pemerintah mengesahkan RUU PPRT dan hostum (hapus outsourcing tolak upah murah) bagi para buruh.
"Enam, sesuai dengan nomor urut partai buruh nomor 6 adalah pilih capres 2024 yang pro buruh dan kelas pekerja, serta menolak omnibus law ciptaker," demikian Said Iqbal.
- Munas Golkar Hari Ini Bakal Tetapkan Bahlil Lahadalia Sebagai Ketum Beringin
- IKBP Mendukung Penuh Pemerintah Pusat Realisasikan Percepat Pembentukan Tiga Provinsi Baru di Papua
- Sindir BEM Nusantara yang Temui Wiranto, Rocky Gerung: Enggak Malu Pulang Bawa Amplop?
