Dugaan Korupsi BUMD Boven Digoel, Kejari Merauke Geledah Kantor dan Gudang

Tim Penyidik Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Merauke melakukan penggeledahan di salah satu gudang yang diduga berkaitan dengan penyidikan perkara dugaan tindak pidana korupsi pada BUMD BvD Sejahtera Kabupaten Boven Digoel, Rabu (4/3/2026). Dalam kegiatan tersebut, penyidik mengamankan sejumlah dokumen dan barang yang diduga terkait dengan perkara yang sedang didalami.
Tim Penyidik Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Merauke melakukan penggeledahan di salah satu gudang yang diduga berkaitan dengan penyidikan perkara dugaan tindak pidana korupsi pada BUMD BvD Sejahtera Kabupaten Boven Digoel, Rabu (4/3/2026). Dalam kegiatan tersebut, penyidik mengamankan sejumlah dokumen dan barang yang diduga terkait dengan perkara yang sedang didalami.

Merauke, 4 Maret 2026 - Tim Penyidik Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Merauke menggeledah Kantor Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) BvD Sejahtera milik Pemerintah Kabupaten Boven Digoel dalam rangka penyidikan dugaan tindak pidana korupsi yang berkaitan dengan pengelolaan keuangan perusahaan daerah tersebut.


Penggeledahan dilakukan berdasarkan surat perintah resmi yang ditandatangani oleh Kepala Kejaksaan Negeri Merauke sebagai bagian dari proses penyidikan yang telah berlangsung selama beberapa bulan terakhir.

Dalam kegiatan tersebut, tim penyidik melakukan penggeledahan di dua lokasi yang diduga memiliki keterkaitan dengan perkara yang tengah disidik, yakni Kantor BUMD BvD Sejahtera dan satu unit gudang penyimpanan.

Dari kedua lokasi tersebut, penyidik berhasil mengamankan sejumlah dokumen yang diduga berkaitan dengan pengelolaan keuangan serta aktivitas operasional perusahaan. Selain itu, beberapa barang dan bangunan juga dilakukan penyegelan untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut.

Perkara ini diduga berkaitan dengan pengelolaan keuangan, operasional, serta tata kelola perusahaan pada Tahun Anggaran 2024 di lingkungan BUMD BvD Sejahtera Kabupaten Boven Digoel.

Penyidik menduga terdapat penyimpangan dalam pengelolaan perusahaan daerah tersebut yang berpotensi menimbulkan kerugian terhadap keuangan daerah.

Dalam beberapa minggu terakhir, tim penyidik juga telah memeriksa sejumlah saksi, termasuk jajaran direksi dan pimpinan BUMD BvD Sejahtera di Kantor Kejaksaan Negeri Merauke.

Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memperjelas konstruksi perkara, menelusuri alur kebijakan dalam pengelolaan perusahaan daerah, serta mengidentifikasi peran masing-masing pihak dalam proses pengambilan keputusan.

Kejaksaan Negeri Merauke menegaskan bahwa proses penyidikan masih terus berlangsung. Pendalaman terhadap dokumen serta barang bukti yang telah diamankan akan dilakukan secara cermat untuk mengungkap secara utuh dugaan tindak pidana yang terjadi.

Penyidik juga tidak menutup kemungkinan akan melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap pihak-pihak lain yang diduga memiliki keterkaitan dengan perkara tersebut.

Dalam penanganan perkara ini, Kejaksaan menegaskan tetap menjunjung tinggi asas praduga tidak bersalah, serta memastikan bahwa seluruh proses penegakan hukum berjalan secara profesional, transparan, dan akuntabel.