Merauke – Institut Karate-Do Indonesia (INKAI) Pengurus Kota (Pengkot) Merauke sukses menggelar kegiatan Gashuku dan Ujian Kenaikan Tingkat (Kyu) Semester I Tahun 2026 yang berlangsung di Makodim 1707/Merauke pada 30–31 Maret 2026.
- Bahas Relawan, PB PON Bidang SDM Lakukan Rakor Teknis Jelang PON XX Papua
- KONI Papua Selatan Gelar KONI Papua Selatan Gelar Rakerprov dan Musprov, Prioritaskan Putra Asli Papua Selatan
- Skor 3-0, Persipura Jayapura Kembali Mengalami Kekalahan Atas Barito Putera
Baca Juga

Sebanyak 54 peserta mengikuti kegiatan ini, yang berasal dari empat ranting di wilayah Kota Merauke, yaitu Ranting INKAI Lampu Satu, Ranting INKAI SMA Negeri 2 Merauke, Ranting INKAI Kodim 1707/Merauke, dan Ranting SD IT Permata Bunda.
Para peserta mengikuti ujian kenaikan tingkat mulai dari Sabuk Putih hingga Sabuk Coklat (Kyu 10 sampai Kyu 2) sebagai bagian dari proses pembinaan berjenjang dalam organisasi INKAI.
Ketua Pengurus Kota (Pengkot) INKAI Merauke, Ardian Simanullang, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan hanya tentang kenaikan tingkat, melainkan pembentukan karakter karateka secara menyeluruh.
“Setiap proses latihan, keringat, dan kelelahan yang dilalui adalah bagian dari perjalanan menjadi karateka sejati. Kenaikan tingkat bukan hanya soal sabuk, tetapi tentang kualitas diri,” ujarnya.
Hari pertama kegiatan diawali dengan registrasi peserta, dilanjutkan upacara pembukaan secara tradisi INKAI, pemberian materi inti, serta pelaksanaan Gashuku I dan II. Kegiatan juga diisi dengan pembagian tim, permainan, hingga pembuatan yel-yel untuk memperkuat solidaritas peserta.

Peserta juga mengikuti longmars dengan rute Makodim – Libra – Kapsul – Muli – Makodim sebagai bagian dari pembinaan fisik dan mental.

Ketua panitia, Senpai Supriadi, menjelaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan dirancang untuk menguji ketahanan, disiplin, serta kekompakan peserta.
“Kami ingin peserta tidak hanya kuat secara teknik, tetapi juga memiliki mental tangguh dan jiwa kebersamaan yang tinggi,” jelasnya.
Pada hari kedua, kegiatan difokuskan pada pemantapan teknik melalui Gashuku III sebelum pelaksanaan ujian kenaikan tingkat Kyu INKAI.

Koordinator penguji, Senpai Hendra Sihombing selaku Ketua Majelis Sabuk Hitam (MSH) Papua Selatan, menegaskan bahwa proses penilaian dilakukan secara objektif dan sesuai standar INKAI.
“Penilaian tidak hanya dilihat dari teknik, tetapi juga sikap, kedisiplinan, serta konsistensi peserta selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan,” tegasnya.
Hasilnya, seluruh peserta dinyatakan lulus dalam ujian kenaikan tingkat, yang menjadi bukti keberhasilan proses pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan.
Kegiatan ditutup dengan penampilan yel-yel tiap tim, evaluasi teknik, serta pengumuman hasil ujian yang berlangsung penuh semangat dan kebersamaan.
Dengan mengusung semangat “Satu Jiwa, Satu Rasa, Satu Tujuan”, kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan karateka yang tidak hanya unggul secara teknik, tetapi juga berkarakter kuat, disiplin, dan menjunjung tinggi nilai sportivitas. 
- Setelah Sempat Terhenti Karena Pandemi Covid-19, Lanud DMA Kembali Berlatih Olahraga Dirgantara
- Olimpiade Menghitung Hari, Beijing Dikepung Omicron
- Babinsa Ramil 1711/02/MDT Boven Digoel Berikan Materi Senam dan PBB ke Anak SD