Kemarau Panjang, Jago Merah Lahap Sejumlah Bangunan Pesantren Hidayatullah Boven Digoel

Boven Digoel, Papua Selatan – Kebakaran kembali terjadi di tengah kemarau panjang yang melanda Kabupaten Boven Digoel. Kali ini, si jago merah melahap sejumlah bangunan di kompleks Pondok Pesantren Hidayatullah Boven Digoel, Kamis (10/9/2026) sekitar pukul 18.30 WIT.


Ketua Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Boven Digoel, Ustadz Ikbalullah (39), mengatakan saat kejadian dirinya tengah mengajar para santri putra. Api pertama kali diketahui oleh seorang santri yang sedang berada di luar untuk bermain.

“Santri yang sedang keluar bermain tiba-tiba melihat api menyala dari arah belakang bangunan, kemudian berteriak,” ujar Ikbalullah.

Berdasarkan dugaan sementara, api berasal dari sampah yang terbakar dan kemudian menjalar ke semak-belukar di sekitar kompleks pesantren. Namun, Ikbalullah menegaskan tidak ada arahan maupun kegiatan dari pihak pesantren yang meminta santri membakar sampah.

“Untuk sementara kami menduga api berasal dari sampah yang terbakar di sekitar semak-belukar. Tetapi tidak ada arahan atau kegiatan membakar sampah kepada para santri,” jelasnya.

Kobaran api dengan cepat membesar dan menghanguskan sejumlah fasilitas pesantren. Sedikitnya enam bangunan terdampak, yakni satu kantor/aula, asrama putra, satu ruang kelas, ruang UKS, musholla lama, serta rumah Ketua Yayasan.

Beruntung, dalam peristiwa tersebut tidak terdapat korban jiwa.

Ikbalullah menyebut kebakaran tersebut sebagai cobaan besar bagi keluarga besar Pondok Pesantren Hidayatullah. Ia berharap masyarakat dan berbagai pihak dapat memberikan dukungan agar kegiatan pendidikan para santri tetap dapat berjalan.

“Ini cobaan besar untuk kami di pesantren. Harapan kami, kita bisa saling membantu. Kami berharap anak-anak kami tidak kehilangan tempat belajar,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang bergerak cepat membantu proses pemadaman, mulai dari masyarakat, Satpol PP dan Damkar, TNI dalam hal ini Kodim 1711/BVD dan Batalyon 803/KYK, hingga Polri.

Secara khusus, Ikbalullah mengucapkan terima kasih kepada Dandim 1711/Boven Digoel, Letkol Andry Christian, yang disebutnya turut terjun langsung memimpin proses pemadaman serta mengerahkan dua unit mobil pemadam kebakaran milik Kodim 1711/Boven Digoel.

“Terima kasih banyak kepada seluruh pihak yang terlibat. Masyarakat, Satpol Damkar, TNI dan Polri bergerak cepat membantu pemadaman api,” katanya.

Untuk sementara waktu, para santri dan santriwati dipulangkan ke rumah masing-masing hingga kondisi pesantren memungkinkan untuk kembali digunakan.

Pihak yayasan kini berharap adanya dukungan dari pemerintah, masyarakat, maupun berbagai pihak lainnya untuk membantu pemulihan fasilitas pesantren sehingga proses belajar mengajar para santri dapat kembali berlangsung.