Boven Digoel, Papua Selatan – Musim kemarau panjang dengan kondisi cuaca panas dan kering meningkatkan ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan.
- Pasien RSUD Paniai Terpaksa Dipindahkan Setelah Beredar Isu Penyerangan Kelompok TPNPB OPM
- Temukan Mayat Dalam Keadaan Tengkurap di Selokan, Kini Dalam Penyelidikan pihak Kepolisian
- Turut Prihatin Atas Musibah Banjir Kota Jayapura, Ini Bentuk Kepedulian Darwis Massi
Baca Juga

Dalam beberapa pekan terakhir, lebih dari 50 kejadian kebakaran telah ditangani petugas sejak Juli 2026. Sebagian besar merupakan kebakaran lahan yang dipicu kondisi vegetasi kering, sementara sebagian lainnya diduga akibat aktivitas pembakaran lahan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.
Mengantisipasi meluasnya kebakaran, penanganan di lapangan dilakukan secara gabungan oleh Satpol PP melalui Damkar, TNI dan Polri. Unsur TNI yang terlibat antara lain personel Kodim 1711/Boven Digoel dan Batalyon 803/KYK, yang bersama petugas Damkar serta kepolisian bergerak melakukan pemadaman ketika terjadi kebakaran.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Boven Digoel, Yeremias Wagunoop, mengatakan sejauh ini seluruh kejadian kebakaran yang ditangani belum menimbulkan korban jiwa maupun korban dari personel pemadam kebakaran.
Menurut Yeremias, kondisi cuaca yang panas dan kering membuat rumput, semak belukar serta vegetasi di sejumlah kawasan menjadi mudah terbakar. Api juga dapat dengan cepat menjalar apabila tidak segera ditangani.
Untuk mengantisipasi kebakaran meluas ke kawasan permukiman, personel Damkar bersama unsur TNI dan Polri terus meningkatkan kesiapsiagaan serta merespons setiap laporan masyarakat.
Salah satu kejadian terjadi di kawasan belakang Toko Sinarjaya, Kilometer 1 arah Mindip, pada 21 Agustus 2026. Kebakaran lahan sempat merambat mendekati permukiman warga. Namun, petugas gabungan bergerak cepat melakukan pemadaman hingga api berhasil dikendalikan dan tidak meluas ke kawasan permukiman.
Yeremias mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran hutan, lahan maupun sampah secara sembarangan. Kondisi lahan yang kering membuat api lebih mudah menyebar dan berpotensi membahayakan lingkungan sekitar.
“Jangan membakar lahan sembarangan. Rumput dan semak yang kering sangat mudah terbakar dan api bisa cepat merambat,” tegasnya.
Masyarakat di 112 kampung dan 20 distrik di Kabupaten Boven Digoel juga diminta meningkatkan kewaspadaan. Warga disarankan membersihkan semak belukar dan material mudah terbakar di sekitar rumah dengan radius sekitar 50 hingga 100 meter untuk mengurangi risiko api merembet ke permukiman.
Selain itu, pemerintah daerah diharapkan dapat menyiapkan sumber-sumber air di sejumlah kawasan permukiman sebagai langkah antisipasi apabila musim panas dan kering berlangsung lebih lama.
Di tengah meningkatnya ancaman kebakaran, kemampuan Damkar Boven Digoel masih menghadapi keterbatasan sarana dan prasarana.
Saat ini, Damkar hanya memiliki dua unit mobil pemadam yang dalam operasionalnya masih menghadapi sejumlah kendala teknis. Keterbatasan juga terdapat pada alat pelindung diri, selang, mobil suplai air serta sejumlah peralatan pendukung lainnya.
Yeremias berharap dukungan pemerintah daerah dan DPRD dapat diberikan untuk meningkatkan fasilitas Damkar, termasuk pemenuhan peralatan serta pendidikan dasar bagi personel agar semakin siap menghadapi berbagai kondisi darurat.
Meski dengan keterbatasan fasilitas, personel Damkar tetap disiagakan selama 24 jam untuk merespons laporan masyarakat. Dalam kondisi tertentu, penanganan juga diperkuat melalui sinergi bersama TNI dan Polri.
Warga yang melihat kepulan asap atau titik api diminta segera melapor dengan menyampaikan lokasi secara jelas agar petugas dapat segera menuju lokasi dan melakukan penanganan.
Selain kebakaran hutan dan lahan, masyarakat juga diminta mewaspadai potensi kebakaran di lingkungan rumah.
Warga diminta mengawasi anak-anak agar tidak bermain dengan korek api maupun sumber api lainnya. Sebelum meninggalkan rumah, masyarakat juga diingatkan memastikan kompor, instalasi listrik, obat nyamuk dan berbagai sumber api lainnya dalam kondisi aman.
Kewaspadaan masyarakat menjadi salah satu kunci untuk mencegah kebakaran selama musim kemarau. Pencegahan tidak hanya menjadi tanggung jawab petugas, tetapi membutuhkan kepedulian seluruh masyarakat.
Dengan kondisi cuaca yang panas dan kering berkepanjangan, masyarakat diharapkan lebih peduli terhadap lingkungan dan segera melaporkan setiap titik api agar dapat ditangani sebelum berkembang menjadi kebakaran yang lebih besar.
Sinergi Satpol Damkar, TNI dari Kodim 1711/Boven Digoel dan Batalyon 803/KYK bersama Polri menjadi bagian penting dalam mempercepat penanganan kebakaran serta melindungi permukiman dan masyarakat dari ancaman karhutla.
- Berita Duka: Mantan Gubernur Papua, Lukas Enembe Meninggal Dunia
- Keluhan Orang Tua Peserta Tes IPDN di Asmat: Mempertanyakan Transparansi Pengumuman Hasil
- Setelah Tiga Hari Pencarian di Sungai Digoel, Akhirnya Rosikin Ditemukan, Tersisa Widodo