Dari Umbi Lokal Menjadi Peluang Usaha: Warga Wasur Perkuat Ketahanan Pangan

MERAUKE - Singkong, petatas, dan keladi tidak hanya menjadi pangan keluarga, tetapi juga memiliki peluang ekonomi ketika diolah menjadi produk yang menarik dan bernilai jual. Potensi tersebut diperkenalkan kepada warga Kampung Wasur melalui kegiatan pengabdian masyarakat Universitas Musamus.


Kegiatan bertajuk "Penguatan Ketahanan Pangan Lokal Melalui Diversifikasi Produk Keripik Berbasis Umbi-Umbian untuk Meningkatkan Nilai Tambah Ekonomi Masyarakat" dilaksanakan di Balai Kampung Wasur, Sabtu, 5 September 2026 dan dibuka oleh Kepala Kampung Wasur Bapak Dominggus Bakap. Kegiatan ini dilakukan oleh Dr. Ineke Nursih Widyantari, S.Pd, dosen Jurusan Agrobisnis, Dr. Gerzon J Maulany, S.T., M.T. dan Stanly H.D. Loppies, S. Kom., M. Kom. Dosen Sistem Informasi, serta dihadiri warga Kampung Wasur.

Warga diperkenalkan pada pengolahan singkong, petatas, dan keladi menjadi keripik dengan tujuh varian rasa: asin/gurih, manis, jagung manis, jagung bakar, balado, pedas manis, dan cokelat. Produk ini kemudian dikemas dalam beberapa ukuran dan diberi merek agar lebih menarik serta memiliki peluang untuk dipasarkan.

Keterampilan ini memberi manfaat langsung karena umbi-umbian tidak hanya dikonsumsi atau dijual segar, tetapi dapat diolah menjadi produk bernilai tambah. Produksi dapat dimulai dari skala rumah tangga sehingga berpotensi menjadi sumber tambahan pendapatan keluarga dan membuka peluang usaha kecil berbasis pangan lokal.

Dengan adanya kegiatan ini, pangan lokal diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendorong peningkatan ekonomi warga Kampung Wasur.