MERAUKE – Kepala Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Merauke, Capt. Julivan Charlie L. Salindeho, menanggapi dinamika yang terjadi di kawasan Pelabuhan Merauke, terutama soal keberadaan Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) liar yang kerap memicu konflik saat kapal sandar.
- Jelang Puncak Nataru, KSOP Siapkan Posko Penyelenggaraan Angkutan Laut di Pelabuhan Merauke
- Serangkaian Kegiatan dilakukan Untuk Memeriahkan Harhubnas 2024
- Resiko Kerja Tinggi, KSOP dan Pelindo Merauke Optimalkan Penerapan “Safety” di Lingkungan Pelabuhan
Baca Juga
“Memang ini menjadi pekerjaan rumah bersama. Isu ini tidak hanya menjadi tanggung jawab KSOP, tapi merupakan persoalan lapangan kerja yang terbatas, khususnya di Merauke dan secara umum di Papua Selatan,” ujarnya.
Capt. Julivan menegaskan bahwa TKBM resmi yang terdaftar di bawah naungan koperasi telah mendapatkan pelatihan dan alat pelindung diri (APD) sesuai standar. Namun, masalah muncul ketika pihak toko atau CPT (Consignee Personal Terminal) mendatangkan buruh liar demi mempercepat proses logistik mereka. Hal ini memicu gesekan di pelabuhan yang seharusnya menjadi area kerja eksklusif bagi TKBM resmi.
Untuk menanggulangi hal tersebut, pihak KSOP bersama Pelindo, Polsek, dan para pemangku kepentingan rutin melakukan patroli dan sosialisasi mengenai keselamatan kerja dan ketertiban di area pelabuhan.
“Kami tekankan bahwa pelabuhan ini tertutup untuk umum dan hanya terbuka untuk pihak yang berkepentingan, khususnya TKBM resmi. Namun realitanya, banyak masyarakat dari dalam dan luar Merauke datang ke pelabuhan demi mencari pekerjaan,” tambahnya.
Menanggapi pertanyaan soal perluasan pelabuhan, Capt. Julivan menyampaikan bahwa pihaknya tengah mengupayakan dukungan dari Bupati Merauke dan instansi terkait, baik di tingkat kabupaten maupun provinsi.
“Pelabuhan adalah pintu logistik utama. Jika tidak dikembangkan, maka arus barang bisa terganggu dan berpengaruh pada tingkat inflasi daerah. Kami berharap perluasan area pelabuhan bisa segera terealisasi, apalagi dengan meningkatnya volume aktivitas pertanian dan logistik di Merauke,” pungkasnya.
- Fun Run HUT GPI ke 40, Prajurit Yonif TP 802/WMJ Raih Juara 1
- Tiga Tersangka Korupsi Pembangunan Gereja Santa Maria Fatima Terancam Penjara Seumur Hidup
- Acer Perkuat Transformasi Pendidikan Digital di Merauke Lewat Donasi dan Peluncuran Platform Edukasi