Ketua Forum Pengawal Perjuangan Rakyat Papua Barat Daya (Foper-PBD),Yanto Amus Ijie memenuhi panggilan penyidik Polresta Sorong Kota, Rabu 10 Mei 2023 kemarin
- KNPI: Kalau Rasisme Tak Dihentikan, Bisa Bahaya
- Ganti Rugi Tak Kunjung Terealisasi, 2 Marga Di Merauke Ancam Ambil Tindakan Hukum
- Polisi Berhasil Amankan Pelaku Penyalahgunaan Narkotika Jenis Ganja di Boven Digoel
Baca Juga

Yanto Ijie bersama keluarga besar dan pendukungnya juga didampingi oleh Penasehat Hukumnya, Fernando Genuni datang klarifikais terkait dugaan laporan pencemaran nama baik yang di laporkan oleh Paul Finsen Mayor dengan delik aduan pelanggaran Undang Undang Informasi dan Transakis Elektronik (ITE) dan pencemaran nama baik.
Menurut Fernando Genuni, sebagai warga negara Indonesia yang baik kliennya memenuhi panggilan penyidik Polresta Sorong Kota. Ia di panggil sebagai saksi atas laporan dari Paul Finsen Mayor
Selain itu, Yanto Ijie juga menjelaskan tentang kedudukan Dewan Adat Papua (DAP) wilayah III Doberai.
“Kami yang hari ini berdiri disini termasuk saya selaku Kuasa hukum adalah anak asli Doberai. Saya punya tanah Adat, dan hasil adat ada di Kabupaten Sorong Selatan, ” kata Fernando Genuni usai memdampingi kleinnya memberikan keterangan di penyidik Polresta Sorong Kota
Mengutip pernyataan Pdt. Isack Samuel Kijne yakni di atas tanah ini ku letakan peradaban orang Papua.
” Itu sudah jelas, Tong sama-sama orang Papua, tetapi anda punya daerah adat sendiri,” katanya
Nando pun turut mengutip pernyataan salah satu tokoh adat Moi yang mengatakan, jika tanah adatmu rawa, maka nikmati rawa itu. Jika tanah adat mu adalah gunung, lembah maka nikmati itu pula. Bukan caplok orang punya tanah besar
Penyampaian Yanto Ijie di media massa yang kemudian disangka telah menyinggung Paul Finsen Mayor. Dalam penyampaian tersebut, Kata Genuni, Yanto Ijie menjelaskan DAP Wilayah III Doberai hanya satu.
“ Sekalipun Provinsi di Tanah Papua ini banyak, tapi acuannya tetap 7 wilayah adat,” kata dia
Fernando Genuni menyampaikan dalam waktu dekat anak-anak adat Doberai akan mendeklarasikan Surat Keputusan Ketua DAP Wilayah III Doberay Keliopas Meidodga kepada Ronald Kondjol sebagai Koordinator Wilayah DAP III Provinsi Papua Barat Daya untuk mengurusi masalah adat di wilayah Doberay
Fernando menegaskan agar jangan kedepannya ada lagi yang muncul klaim sebagai ketua DAP saat situasi begini,
“ Yang namanya ketua adat itu tinggal di rumah adat, mengurusi urusan adat. Tidak berharap dana hibah pemerintah,” kata Fernando
Provinsi Papua Barat Daya hadir melalui perjuangan. Ada tokoh – tokoh yang memperjuangkannya. Provinsi PBD hadir bukan dari hasil revisi UU Otsus. Namun dia lahir dari perjuangan. Ada Almarhum Decky Asmuruf selaku Tokoh Deklarator, lalu Andi Asmuruf , Yosafat Kambu, dan Mantan Walikota Sorong Lambert Jitmau
“ Papua Barat Daya bukan provinsi yang jatuh dari langit, melainkan hasil perjuangan masyarakat yang ada di 5 Kabupaten dan 1 Kota. Banyak uang masyarakat yang dipakai dalam memperjuangkan provinsi ini,” katanya
Menurutnya Provinsi lain di berikan oleh Pemerintah Pusat. Kalau Papua Barat Daya, Provinsi harga diri.
Fernando menambahkan ini sesuai dengan hasil pertemuan kepala daerah se – Sorong Raya.
“ Hasil pertemuan itu, mereka nyatakan, kalau orang lain bisa masa kita tidak bisa,” kata dia.
- Senyum Barnabas Suebu, Bebas Bersyarat Usai Jalani Hukuman Penjara Kasus Korupsi 43 M
- Pelaku Jambret di Al Jihad Mengaku 12 Kali Beraksi di Kota Sorong
- Polsek Heram Berhasil Temukan 3 Unit Motor Hasil Curian di Buper