Ketua PMI Boven Digoel Hadiri Pelantikan PMI Papua Oleh Jusuf Kalla

Ketua PMI Boven Digoel Muhamad Litiloly, SH
Ketua PMI Boven Digoel Muhamad Litiloly, SH

Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Pusat, Jusuf Kalla, bertempat di aula Gedung Negara Dok V Jayapura, resmi melantik Pengurus PMI Provinsi Papua, Rabu (29/6). 


Yulce W. Enembe, SH dilantik sebagai Dewan Kehormatan PMI Papua dan Zakius Degey, ST sebagai Ketua PMI Provinsi Papua.

Dikutip dari Papua Time, Ketua PMI Pusat, Jusuf Kalla (JK) dalam sambutannya mengingatkan tentang tugas utama dari PMI untuk membantu masyarakat yang membutuhkan bantuan.

"Oleh karena itu, dalam sebuah musibah, bencana maupun kecelakaan, posisi dari PMI selalu berada di tengah-tengah antara masyarakat yang ingin membantu dan butuh bantuan,"harapnya

Mantan Wakil Presiden Indonesia itu juga berpesan kepada Dewan Kehormatan untuk selalu menjaga marwah dari PMI. Pengawasan kepada tindakan yang tidak seharusnya dilakukan harus dijalankan dengan benar.

"Hal yang sangat penting lainya adalah harapan Dewan Kehormatan menjaga marwah PMI artinya dapat menegur apabila ada hal yang tidak diharapkan," katanya.

Atas dasar itulah, kata JK, sudah seharusnya merasa bangga bisa menjadi menjadi bagian dari pengurus ataupun anggota PMI. Sebab lewat PMI juga bisa memiliki banyak teman yang berasal dari seluruh dunia.

PMI adalah lembaga sosial kemanusiaan yang netral dan mandiri, yang didirikan dengan tujuan untuk membantu meringankan penderitaan sesama manusia akibat bencana, baik bencana alam maupun bencana akibat ulah manusia, tanpa membedakan latar belakang korban yang ditolong.

"PMI adalah salah satu organisasi sosial terbesar di dunia yang adalah PMI dimanapun kota di dunia ini selalu ada palang merahnya atau yang bekerja untuk kemanusiaan,"jelasnya.

Sementara itu, Ketua PMI Boven Digoel Muhamad Litiloly, SH saat dikonfirmasi Reporter Rmol Papua via Telephon, Jumat (1/7), mengatakan Dirinya selaku ketua PMI Boven Digoel beserta beberapa pengurus turut diundang untuk mengikuti pelantikan PMI Papua oleh Jusuf Kalla. 

"Bagi kami adalah suatu kehormatan, meskipun kami belum dilantik, tetapi SK dari pengurus Provinsi sudah ada dan dalam waktu dekat kami akan segera mencari waktu untuk melakukan pelantikan," tandas ketua PMI Boven Digoel yang akrab disapa Ahmad. 

Ahmad juga mengungkapkan bahwa banyak hal positif yang Ia dapatkan didalam pelantikan tersebut, karena dibeberapa sela kegiatan PMI Boven Digoel melakukan pertemuan dengan ketua PMI Pusat Jusuf Kalla dan Sekjen PMI pusat Sudirman Said yang juga mantan Menteri SDM serta beberapa petinggi di PMI pusat, juga pengurus PMI Provinsi Papua. 

Ket Foto: Ketua PMI Boven Digoel sedang berdiskusi dan makan bersama Jusuf Kalla dan pengurus PMI Pusat dan PMI Papua

"Pada kesempatan itu kami menyampaikan bahwa di kabupaten Boven Digoel ketersediaan darah selalu kurang bahkan sering kali mengambil dari kabupaten Merauke. Oleh karena itu, kehadiran PMI di Boven Digoel akan membantu mencukupi ketersediaan darah bagi masyarakat yang membutuhkan," Imbuh ketua PMI Boven Digoel kepada Kantor Berita Rmol Papua. 

Yang tak kalah penting juga, tambah Ahmad, adalah misi sosial yakni mediasi untuk bisa mengembalikan pengungsi dari Papua yang pada tahun 1982 berada di negara Papua Nugini (PNG) yang ingin kembali ke Indonesia. Ini adalah salah satu  bagian dari tugas kemanusiaan PMI dalam membantu memediasi dan menfasilitasi serta berkordinasi dengan Pemerintah agar mereka bisa kembali ke Indonesia. 

"Termasuk bencana alam juga adalah salah satu misi PMI dan seluruh persoalan kemanusiaan yang ada di Boven Digoel itu menjadi tugas kami,"terangya.

Ketua PMI Boven Digoel juga mengatakan sesuai dengan rekomendasi Bupati kabupaten Boven Digoel Hengki Yaluwo, S.Sos pada tanggal 1 Maret 2022 ke PMI Provinsi Papua untuk perlu adanya PMI di kabupaten Boven Digoel. Dengan dasar permohononan rekomendasi Bupati itulah PMI Boven Digoel terbentuk. 

"Setelah kami diberikan SK secara resmi dari ketua Provinsi pertanggal 30 Juni 2022 dan itu momen yang luar biasa, karena bertepatan disahkannya Daerah Otonomi Baru (DOB) Provinsi Papua Selatan. 

"Yang jelas kami akan mempersiapkan Sekretariat dan juga Unit Donor Darah (UTD) yang ada di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Boven Digoel yang selama ini belum di fungsikan dengan baik, akan kami bicarakan dengan pemerintah, agar kami bisa gunakan sementara untuk pelayanan penyimpanan darah. Sehingga kita sudah bisa melaksanakan donor darah menjelang pelantikan PMI kabupaten Boven Digoel, "jelasnya.

Ahmad juga menuturkan untuk kedepan program kerja PMI Boven Digoel akan sejalan dengan Visi Misi pemerintah daerah, dimana Bupati Hengki Yaluwo menginginkan masyarakat di 20 Distrik dan 112 kampung terlayani dengan baik dari sisi kemanusiaan. 

Selaku ketua PMI Boven Digoel Muhamad Litiloly yang akrab disapa Ahmad itu, mengungkapkan akan bekerja dengan sungguh-sungguh sesuai dengan amanah yang diberikan oleh Bupati kepadanya. 

"Untuk itu kami mengharapkan dukungan dari seluruh lapisan masyarakat Boven Digoel serta menyambut baik PMI Boven Digoel, yang mana PMI sudah terbentuk di Indonesia dari tahun 1951, hadir dengan misi mulia yakni misi kemanusiaan. Dan PMI Boven Digoel baru pertama kali dibentuk di Boven Digoel," pungkasnya.

Penulis: Muhtar