Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan tidak ada janji dari pimpinan KPK terhadap Gubernur Papua Lukas Enembe (LE) untuk dibawa berobat ke Singapura.
- Istri dan Anak Lukas Enembe Ikut Mangkir, KPK Ultimatum Hadir di Pemanggilan Berikutnya
- 27 Pelanggar Terjaring Dalam Razia Kendaraan Umum dan Plat Luar Papua
- Polres Boven Digoel Ungkap Peredaran Miras Oplosan Berkedok Miras Label
Baca Juga
Penegasan itu disampaikan oleh Jurubicara Bidang Penindakan dan Kelembagaan KPK, Ali Fikri menanggapi beredarnya sebuah foto surat yang ditandatangani oleh Lukas.
"Kami ingin tegaskan sesungguhnya tidak ada janji begitu ya, dari Ketua KPK secara khusus terhadap tersangka agar bisa berobat ke Singapura saat itu," ujar Ali kepada wartawan di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada Kav 4, Setiabudi, Jakarta Selatan, Selasa sore (7/2).
Ali menjelaskan, bahwa kehadiran Ketua KPK Firli Bahuri ke kediaman Lukas di Papua beberapa waktu lalu dilakukan secara terbuka dan tidak ada pembicaraan khusus. Apalagi, pertemuan tersebut boleh diliput oleh wartawan.
"Ada pihak eksternal juga dari Polda, dari Kodam ya, dari BIN Daerah, dari IDI, dari dokter KPK, dan tim penyidik KPK, termasuk ada Pak Dirdik gitu kan, di tempat yang terbuka, ada keluarga juga dari tersangka LE. Tidak ada pembicaraan-pembicaraan secara khusus, apalagi kemudian menjanjikan untuk berobat ke Singapura," kata Ali.
Dalam surat yang yang ditandatangani Lukas pada 29 Januari 2023 itu berisikan permohonan Lukas untuk dibawa ke rumah sakit di Singapura.
"Dengan hormat, Bpk Ketua yang saya hormati sesuai dgn komitmen dan janji Bpk bulan lalu untuk berobat di Singapura. Kondisi kesehatan saya semakin tidak baik selama di Rumah Tahanan KPK. Tolong Bpk mengerti kesehatan saya ini utk segera berangkatkan saya ke Singapura dan Minggu ini. Demikian lah hormat saya dalam permohonan surat ini utk dimaklumi," bunyi surat tersebut.
- Dua Pelaku Penyalahgunaan Sabu Di Sentani Berhasil di Bekuk Polisi
- Karena Uang Rp.2000, Tukang Parkir Liar Di Merauke Nekat Bacok Pengendara Dari Kepala, Korban Kritis
- Aniaya Korban Dengan Samurai Hingga Dua Jari Putus, FM Berurusan Dengan Polisi
