Melemahnya Jaringan Internet di Merauke Menimbulkan Kesengsaraan Bagi Masyarakat dan Pelajar

Yulito Enggerko saat belajar di lapang-lapang demi mendapatkan akses internet.
Yulito Enggerko saat belajar di lapang-lapang demi mendapatkan akses internet.

Melemahnya jaringan internet di Merauke sejak tanggal 16 September 2023 telah menghadirkan kesengsaraan dan tantangan besar bagi masyarakat, terutama para pelajar.


Salah satunya Yulito Enggerko, seorang mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di Merauke. Yulito Enggerko merupakan mahasiswa yang sedang mengejar ilmu, telah mengambil langkah ekstrem dengan berani menghadapi risiko di tengah maraknya kriminalitas di Merauke. Rabu (20/9)

Tujuannya adalah untuk menyelesaikan tugas-tugas kuliahnya yang memerlukan akses internet yang stabil.

Meskipun khawatir dengan keselamatan jiwanya terkait risiko kriminalitas yang marak, namun Yulito tidak gentar. Ia dengan tekad yang kuat menjelajahi lapangan-lapangan terpencil di daerah Kuda Mati, yang dikenal sebagai daerah rawan kriminalitas di Merauke. 

Hal tersebut dilakukannya demi mencari sinyal yang terbilang lambat, namun menjadi satu-satunya peluang untuk tetap terhubung dengan internet.

Upaya Yulito ini tidak hanya mencerminkan tekadnya dalam mengejar pendidikan, tetapi juga mengungkapkan ketidaknyamanan yang dialami oleh banyak mahasiswa dan pelajar di Merauke. 

Dirinya berharap agar ada solusi yang segera ditemukan untuk mengatasi masalah putusnya jaringan internet di wilayah ini.

Kondisi ini menggambarkan bahwa akses internet yang andal adalah suatu kebutuhan mendesak, terutama dalam pendidikan.

Semoga pihak berwenang dapat merespons dengan tindakan yang memastikan akses internet yang stabil bagi seluruh masyarakat Merauke, khususnya bagi generasi muda yang berusaha meraih ilmu.