Ruang sidang di lantai satu gedung pascasarjana IPDN Jakarta terasa khidmat pada sore hari itu. Sabtu, 20 Juli 2024, adalah momen yang sangat dinantikan oleh Michael Rooney Gomar. Dengan langkah percaya diri, Gomar maju ke depan ruangan untuk mempresentasikan disertasinya. Mata para hadirin tertuju pada sosok yang telah berkomitmen memperjuangkan hak-hak dan kesejahteraan Mama Papua melalui program bantuan sosial pemerintah.
- Terancam Punah Ikan Pari Gergaji Terkonfirmasi Ada di Laut Papua Selatan
- Babinsa Koramil Waropko Boven Digoel Bantu Proses Belajar Mengajar
- TSE GROUP BANGKITKAN ANTUSIAS GAPAI CITA-CITA KEPADA PELAJAR PAPUA
Baca Juga
Disertasinya, yang berjudul "Pelaksanaan Program Bantuan Sosial Pemerintah dalam Upaya Pemberdayaan dan Peningkatan Pendapatan Mama Papua di Kabupaten Mappi Provinsi Papua Selatan," bukan hanya hasil dari penelitian akademik, tetapi juga hasil dari pengamatannya langsung terhadap tantangan yang dihadapi oleh Mama Papua.
Dalam ruang tersebut, Gomar dengan tenang menjelaskan bahwa meskipun bantuan sosial sudah dilaksanakan, efektivitasnya masih jauh dari harapan. Gomar memaparkan bagaimana distribusi kekuasaan, kapasitas lembaga, dan struktur birokrasi memengaruhi keberhasilan program. Namun, ia juga mengusulkan Model MRG, sebuah pendekatan baru yang dirancang khusus untuk memperbaiki kondisi ini.
- Judi Online: Ancaman Serius bagi Masyarakat dan Keluarga di Indonesia
- 16 Wartawan Provinsi Papua Selatan Ikuti Uji Kompetensi Wartawan
- SMP N 1 Tanah Merah Buka Penerimaan Siswa Baru Mulai 20-25 Juni 2022
