Aparat kepolisian menangkap Arif Pardiani, orang yang diduga memprovokasi pengeroyokan terhadap aktivis media sosial Ade Armando saat berlangsungnya aksi unjuk rasa Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI).
- Data BNN, Di Seluruh Indonesia Ada 8.691 Titik Rawan Narkoba
- Pasha Ungu: Sekjen PAN Ibu Kami yang Harus Dijaga Kehormatannya
- Kuasa Hukum Klarifikasi Aksi Pemalangan SMA Negeri 3 Merauke: “Ini Soal Ganti Rugi yang Tak Diselesaikan Selama 9 Tahun”
Baca Juga
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes E. Zulpan mengatakan, satu orang yang baru ditangkap tidak termasuk dalam enam tersangka pemukulan.
"Ada satu pelaku lain di luar enam yang kita tangkap atas nama Arif Pardiani, ditangkap di Jakarta," kata Zulpan dalam konferensi pers seperti diberitakan Kantor Berita RMOLJakarta, Rabu (13/4).
"Kalau terlihat di video media sosial, yang bersangkutan melakukan provokasi di antaranya mengeluarkan kata-kata Ade Armando sudah mati," tambahnya. Dikutip dari Kantor Berita RMOL,Kamis (14/4).
Arif Ferdini masih dimintai keterangan oleh pihak kepolisian dengan stasus sebagai saksi.
"Sudah kita amankan dan sedang kita lakukan pemeriksaan," ujar Zulpan.
Ade Armando menjadi sasaran amuk massa saat berlangsungnya aksi demonstrasi yang digelar Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) di depan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (11/4).
Sebelum diamuk massa, Ade Armando sempat terlibat perdebatan dengan beberapa orang yang tidak menggunakan atribut perguruan tinggi.
- Korupsi Dana Desa, Kepala Kampung Kasih Terancam Pidana 20 Tahun Penjara atau Seumur Hidup
- Remaja 18 Tahun di Timika Tertangkap Tangan Memiliki Narkotika Jenis Tembakau Sitetis
- Pelaku Persetubuhan Terhadap Balita Di Merauke Terancam Dikebiri
