Satgas Ketapang Berikan Sosialisasi Wawasan Kebangsaan kepada Siswa di Distrik Iniyandit Boven Digoel

Boven Digoel, Papua Selatan – Kapten Inf Sabar Samosir, SH selaku Dantim Satgas Ketapang Wilayah Boven Digoel memberikan Sosialisasi Wawasan Kebangsaan Merah Putih kepada para siswa di Kampung Langgoan, Distrik Iniyandit, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan, Jumat (13/2/2026).


Kegiatan yang dilaksanakan di Aula SMP Negeri Distrik Iniyandit tersebut diikuti oleh 50 siswa/i SMP Negeri Distrik Iniyandit dan 8 siswa/i SD Negeri Eremop. Turut hadir mendampingi kegiatan, Kepala SMP Negeri Distrik Iniyandit Bpk. Paulus, Kepala SD Negeri Eremop Bpk. Markus Markanis, serta empat orang guru pendamping.

Acara diawali dengan pembukaan, doa, dan menyanyikan lagu Indonesia Raya, kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Kepala SMP Negeri Distrik Iniyandit.

Dalam sambutannya, Bpk. Paulus menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kapten Inf Sabar Samosir, SH yang telah bersedia hadir dan memberikan pembekalan di sekolah yang berada jauh dari Kota Tanah Merah, Kabupaten Boven Digoel. Ia menyebutkan bahwa sekolah yang telah berdiri sekitar tujuh tahun tersebut belum pernah mendapatkan sosialisasi wawasan kebangsaan sebelumnya.

“Kegiatan ini sangat penting untuk menambah wawasan anak-anak kami, khususnya dalam memahami penggunaan media sosial secara bijak,” ujarnya.

Materi yang disampaikan dalam sosialisasi meliputi Bijak Menggunakan Media Sosial (Literasi Digital) dan Character Building (Membangun Karakter).

Pada sesi literasi digital, Kapten Inf Sabar Samosir menjelaskan pengertian media sosial sebagai sarana interaksi berbasis teknologi yang memungkinkan pengguna berbagi informasi dan berkomunikasi secara luas. Ia juga memaparkan dampak positif media sosial, seperti memperluas jaringan pertemanan, menambah wawasan, hingga peluang usaha.

Namun demikian, ia juga mengingatkan dampak negatif penggunaan media sosial, seperti kecanduan, menurunnya interaksi sosial secara langsung, serta maraknya penyebaran berita hoaks dan ujaran kebencian. Para siswa diberikan pemahaman terkait konsekuensi hukum pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) agar lebih berhati-hati dalam bermedia sosial.

Selain itu, dijelaskan pula bahwa jejak digital tidak akan pernah hilang, sehingga setiap unggahan harus dipertimbangkan dengan baik agar tidak merugikan diri sendiri maupun orang lain.

Pada materi Character Building, siswa diberikan pemahaman bahwa pembangunan bangsa tidak hanya bertumpu pada pembangunan fisik dan ekonomi, tetapi juga pada pembangunan karakter yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945. Disampaikan pula sembilan cara membentuk karakter diri, di antaranya menghargai diri sendiri, disiplin, memiliki komitmen, terus belajar, serta mengenali kelebihan dan kekurangan diri.

Kapten Inf Sabar Samosir juga mengajak para siswa untuk mempersiapkan diri menyongsong Indonesia Emas 2045, di mana generasi saat ini akan menjadi generasi produktif yang berperan dalam pembangunan bangsa.

Di akhir kegiatan, para siswa diharapkan mampu lebih bijak dalam menggunakan media sosial, memiliki karakter yang kuat, serta fokus meraih cita-cita demi meningkatkan kualitas sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.