PD KAMMI Papua Selatan Gelar Seminar Keperempuanan, Tegaskan Cinta Bermartabat sebagai Fondasi Peran Perempuan

Foto bersama narasumber dan panitia Seminar Keperempuanan bertema “Perempuan dan Makna Cinta yang Bermartabat” yang digelar PD KAMMI Papua Selatan di Auditorium Gedung Bupati Merauke, 18 Februari 2026. Hadir sebagai pembicara antara lain Fauzun Nihayah, S.H.I., M.H.
Foto bersama narasumber dan panitia Seminar Keperempuanan bertema “Perempuan dan Makna Cinta yang Bermartabat” yang digelar PD KAMMI Papua Selatan di Auditorium Gedung Bupati Merauke, 18 Februari 2026. Hadir sebagai pembicara antara lain Fauzun Nihayah, S.H.I., M.H.

Merauke – Pengurus Daerah Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Papua Selatan melalui Bidang Keperempuanan menyelenggarakan Seminar Keperempuanan bertema “Perempuan dan Makna Cinta yang Bermartabat” pada Selasa, 18 Februari 2026, pukul 13.00–15.00 WIT, bertempat di Auditorium Gedung Bupati Kabupaten Merauke.


Kegiatan ini dihadiri siswi SMA, mahasiswi, muslimah muda, serta perwakilan organisasi perempuan. Forum tersebut dirancang sebagai ruang refleksi untuk memperluas pemahaman tentang cinta, tidak semata dalam relasi personal, tetapi juga sebagai nilai yang membentuk karakter, tanggung jawab sosial, dan keteguhan menjaga martabat perempuan.

Ketua PW Salimah Papua Selatan, Nurjannah Abdul, S.Pd., dalam pemaparannya menekankan bahwa perempuan bukan sekadar pelengkap, melainkan mitra strategis dalam kebaikan. “Perempuan memiliki daya pengaruh yang besar dalam membentuk arah keluarga dan masyarakat. Ketika perempuan berdaya melalui pendidikan dan kepedulian sosial, maka kualitas peradaban ikut terangkat,” ujarnya di hadapan peserta.

Pada sesi berikutnya, Aulia Aniz Syabily, S.Pd., M.A., mengulas konsep keberhargaan diri dari perspektif Islam dan neurosains. Ia menjelaskan bahwa konstruksi harga diri yang sehat berpengaruh langsung pada cara perempuan mengambil keputusan dan memaknai relasi. “Nilai diri tidak ditentukan oleh penerimaan orang lain. Kesadaran bahwa kita diciptakan dengan kemuliaan harus menjadi fondasi dalam bersikap dan memilih,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Merauke, Fauzun Nihayah, S.H.I., M.H., dalam sesi penutup menyampaikan bahwa perempuan adalah madrasah pertama bagi generasi. Ia menegaskan pentingnya integritas dan keteladanan. “Anak-anak belajar pertama kali dari ibunya. Karena itu, iman, ilmu, dan akhlak perempuan menjadi investasi jangka panjang bagi masa depan daerah ini,” ungkapnya.

Diskusi berlangsung dinamis dengan berbagai pertanyaan terkait peran perempuan di ruang publik, pengelolaan waktu antara keluarga dan karier, serta urgensi pendidikan tinggi bagi perempuan Papua Selatan.

Ketua panitia, Kurnia Ulan Sari, menyampaikan bahwa seminar ini terbuka untuk umum dan tidak dipungut biaya. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus menjadi ruang edukasi yang membangun kepercayaan diri perempuan muda serta memperkuat kesadaran bahwa setiap perempuan memiliki posisi strategis dalam keluarga dan masyarakat.