SKK Migas bersama Petrogas (Basin) Ltd melakukan tajak sumur eksplorasi Karim #1 di Wilayah Kerja Kepala Burung, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya pada Jumat, 28 November 2025.
- Peringatan HUT ke-1 IWSS Boven Digoel: Syukur, Kolaborasi, dan Komitmen untuk Masyarakat
- Pemateri Luar Negeri Hadir dalam Diklat Penangan Stunting Mappi
- Kenius Kogoya Daftarkan Diri Maju Sebagai Calon Ketua KONI Papua Didukung 24 Cabor dan 15 Konida
Baca Juga
Sumur Karim #1 ini merupakan sumur eksplorasi yang dibor Petrogas (Basin) Ltd sebagai bagian dari pemenuhan Komitmen Kerja Pasti Wilayah Kerja Kepala Burung.
Kegiatan tajak ini turut dihadiri oleh Bupati Sorong yang diwakili oleh Wakil Bupati Sorong, Ahmad Sutedjo, Plt. Sekda Kabupaten Sorong Adi Bremantyo dan Kepala Perwakilan SKK Migas Wilayah Papua dan Maluku, Mardianto.
Menurut Wakil Bupati Sorong, Ahmad Sutedjo, menyampaikan apresiasinya atas tajak sumur Karim #1 ini dan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Sorong.
“ Kami berharap pengeboran dapat berjalan dengan lancer dan memberikan hasil yang optimal dan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Sorong Papua,” kata Ahmad Sutedjo.
Kepala Perwakilan SKK Migas Wilayah Papua dan Maluku, Mardianto menyampaikan bahwa kegiatan ini bertepatan dengan peringatan Hari Otonomi Khusus di Tanah Papua.
“ SKK Migas berharap kegiatan Tajak Sumur Eksplorasi Karim #1 hari ini dapat menjadi bagian upaya bersama memberikan manfaat bagi kepentingan Masyarakat dan mendukung pertumbuhan kesehjahteraan di Tanah Papua,” ujarnya.
President RH Petrogas Companies in Indonesia, Ferry Hakim menjelaskan pengeboran sumur Karim #1 direncanakan akan mencapai kedalaman sekitar 4,300 ft menggunakan Rig #3 Petrogas (Basin) Ltd yang berkekuatan 750 HP dengan target utama adalah batuan karbonat Formasi Kais.
Diperkirakan pengeboran ini akan memakan waktu sekitar satu setengah bulan dengan tetap mengedepankan aspek Kesehatan, Keselamatan Kerja, dan Lingkungan (K3L).
Dengan pendekatan konsep eksplorasi yang baru dan ditunjang teknologi terkini menjadikan Karim sebagai prospek siap bor yang akhirnya tajak pada hari ini. Sumur ini memiliki nilai strategis yang tinggi, hasil dari sumur ini akan membuka potensi pengembangan lapangan di sekitarnya.
“ Ini merupakan langkah kami untuk mengoptimalkan potensi migas di wilayah Papua Barat Daya dan sebagai upaya memperkuat peluang penemuan cadangan migas baru demi mendukung pencapaian ketahanan energi nasional,” jelas Ferry Hakim.
Selain itu, kata Ferry Hakim, dalam masa persiapan pelaksanaan pengeboran ini juga telah memberikan dampak positif bagi masyarakat di sekitar area pengeboran, salah satunya di bidang infrastruktur.
“ Akses masyarakat menjadi lebih mudah setelah Petrogas (Basin) Ltd merenovasi jembatan Klagana, empat jembatan penghubung lainnya, dan akses dari dan menuju kampung di sekitar lokasi sumur,” kata dia.
Petrogas (Basin) Ltd juga memberikan kesempatan merekrut tenaga kerja kepada masyarakat sekitar lokasi sumur.
“ Petrogas (Basin) Ltd juga memberi kesempatan bagi para tenaga kerja asal kampung di sekitar lokasi sumur untuk berkontribusi langsung sebagai tenaga kerja tambahan non teknis dalam masa pengeboran ini,” kata Ferry Hakim. 
- Penerangan Listrik Mindiptana Belum 24 Jam, Serma Sukardi: Diharapkan Pegawai PLTD Lakukan Kordinasi ke Tingkat Atas
- TMMD Ke 125 di Kampung Kamosari: Fokus Pembangunan Jalan dan Sumur Bor
- Rider Handal Mappi Racing Team Jadi Sorotan dalam Kapolres Cup Serui