Penyanyi Papua Selatan Sonya Bara Gagas KKR Jalan di Merauke Demi Bangun Karakter Positif Anak Muda

Merauke – Penyanyi asal Asmat yang besar di Merauke, Sonya Bara, menggagas sebuah program rohani bertajuk KKR Jalan yang akan digelar pada 28 Oktober 2025 di Merauke. Kegiatan ini dipilih bertepatan dengan momentum Hari Sumpah Pemuda sebagai langkah mengarahkan generasi muda Papua Selatan menuju gaya hidup yang lebih sehat dan menjauhi pengaruh miras serta pergaulan bebas.


Sonya menegaskan, inisiatif ini lahir dari kerinduannya sebagai seniman Papua yang banyak mengikuti kegiatan rohani di Jayapura. Ia melihat langsung keresahan anak muda yang semakin jauh dari nilai-nilai positif, sehingga memutuskan membawa program ini ke Papua Selatan. “Kami ingin KKR Jalan menjadi wadah yang mengingatkan anak muda untuk hidup baik, sehat jasmani dan rohani,” jelasnya.

Dalam persiapan, Sonya bersama tim kecil yang dipimpin dirinya dan didukung rekan seperti Kakak Feni sudah melakukan koordinasi dengan Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Merauke. Pemerintah daerah memberi dua opsi lokasi, yakni Lapangan Mandala dan GOR Merauke, yang siap menampung ribuan peserta. Sesuai proposal, Lapangan Mandala dipilih sebagai lokasi utama.

Alasan memilih 28 Oktober, menurut Sonya, tidak hanya sebagai peringatan sumpah kebangsaan, tetapi juga sumpah rohani anak muda untuk menata hidup. Ia menilai pembangunan sumber daya manusia lebih penting daripada infrastruktur semata, dan KKR Jalan diharapkan menjadi momentum bagi pemuda Papua Selatan untuk diarahkan pada jalur yang positif.

Sonya Bara sendiri dikenal luas sebagai jebolan X Factor Indonesia dengan suara emas yang memukau juri. Ia juga pernah mengharumkan nama Papua dan Indonesia dengan tampil membawakan lagu-lagu daerah di Milan, Italia. Melalui KKR Jalan, ia kini mempersembahkan kontribusi langsung untuk tanah kelahirannya.

“Melihat senyum anak-anak muda ketika mereka bernyanyi, bersyukur, dan memilih jalan hidup yang sehat, itu sudah membahagiakan saya. Semoga kegiatan ini bisa menjadi rutinitas di Papua Selatan,” tambahnya dengan penuh harap.