Merauke, 31 Agustus 2025 – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) berhasil menyelesaikan pemulihan tahap pertama (temporary recovery) Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) Sulawesi–Maluku–Papua Cable System (SMPCS) ruas Timika–Merauke lebih cepat dari perkiraan. Hasilnya, layanan internet di Merauke, Timika, dan Kaimana mulai berangsur pulih.
- Berikan Kontribusi Kepada Pemda Merauke, BNI Luncurkan Program E-parkir
- Pj Gubenur Papua Selatan Apolo Safanpo Resmikan Pabrik Pengolahan PT.SMG
- BNI Luncurkan Aplikasi Super, Alihkan Nasabah dari Penggunaan Mobile Banking Ke Wonder
Baca Juga

EVP Telkom Regional V, Amin Soebagyo, menjelaskan bahwa tim teknis Telkom berhasil melakukan penyambungan kabel laut di titik KM 293 dari STO Merauke arah Timika. Proses penyambungan dan pengamanan sambungan kabel telah dilakukan sesuai standar internasional, dilanjutkan dengan uji kualitas untuk memastikan keandalan jaringan.
Tahap pertama selesai pada 31 Agustus 2025, lebih cepat dari target. Ruas pemulihan berada pada jalur SKKL Timika–Merauke. Kabel laut SMPCS mengalami gangguan sehingga berdampak pada layanan internet di Papua dan Maluku. Tim melakukan penyambungan sisi pertama dan kedua, pembungkusan titik sambungan, serta pengujian menyeluruh.
“Dengan selesainya tahapan ini, jalur komunikasi kembali tersambung dan layanan berangsur pulih,” kata Amin. Ia juga menegaskan bahwa tim akan terus melakukan monitoring intensif guna menjaga kualitas layanan.
Setelah tahap pertama rampung, kapal perbaikan khusus akan bergerak menuju ruas Sorong–Fakfak pada KM 66–81 untuk proses permanent recovery. Pekerjaan ini diperkirakan berlangsung pada minggu kedua hingga ketiga September 2025.
Selama proses permanent recovery, akan terjadi dua kali penurunan kualitas layanan TelkomGroup, baik fixed maupun mobile broadband di Merauke, Timika, dan Kaimana. Untuk mengantisipasi, Telkom menyiapkan backup melalui satelit dan radio terestrial. Jadwal detail akan diumumkan lebih lanjut.
“Terima kasih atas dukungan masyarakat dan pelanggan, sehingga proses pemulihan bisa berjalan lebih cepat dari target,” tutup Amin.
- BNI Luncurkan Aplikasi Super, Alihkan Nasabah dari Penggunaan Mobile Banking Ke Wonder
- PT. MSG Berikan Inovasi Pengolahan Rice To Rice Guna Tingkatkan Kualitas Beras Merauke
- Pertama di Asia Tenggara, Indonesia Bakal Produksi Baterai EV pada April 2024
