Tiga Polwan Dipercaya Pimpin Polres di Papua

Kepercayaan terhadap kepemimpinan polisi wanita di jajaran kepolisian Papua kembali menjadi perhatian. Tiga polwan disebut mendapat amanah untuk memimpin polres di wilayah berbeda, yakni Kompol Diaritsz Felle, S.I.K di Kepulauan Yapen, Kompol Dian N. Pietersz, S.I.K di Boven Digoel, serta Kompol Jubelina Wally di Mamberamo Raya.


Penunjukan ini dinilai menjadi catatan penting dalam perjalanan karier polwan di Tanah Papua. Kehadiran perempuan pada jabatan kapolres menunjukkan bahwa ruang kepemimpinan di tubuh Polri semakin terbuka, tidak hanya bagi laki-laki, tetapi juga bagi perempuan yang memiliki kapasitas, pengalaman, dan rekam pengabdian.

Langkah Kapolda Papua, Irjen Pol. Petrus Patrige Rudolf Renwarin, S.H., M.Si., patut diapresiasi karena memberi ruang lebih luas bagi kader perempuan untuk mengemban tanggung jawab strategis di institusi kepolisian.

Dari ketiga nama tersebut, Kompol Dian N. Pietersz, S.I.K memiliki makna khusus bagi masyarakat Papua Selatan. Ia disebut memiliki garis keluarga dari neneknya, seorang perempuan asli Marind dari Marga Samkakai, asal Kampung Domande, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan. Ikatan keluarga ini membuat kepercayaan kepada Dian tidak hanya menjadi catatan karier seorang polwan, tetapi juga kebanggaan bagi masyarakat Marind dan perempuan Papua Selatan.

Kehadiran Kompol Dian di Boven Digoel juga memberi pesan bahwa perempuan dari latar keluarga adat dapat mengambil peran strategis dalam pelayanan publik, penegakan hukum, dan menjaga keamanan masyarakat. Hal ini menjadi inspirasi bagi generasi muda Papua, terutama perempuan, untuk terus membangun kemampuan dan berani masuk dalam ruang pengabdian yang lebih luas.

Meski demikian, nilai utama dari penunjukan ini tetap harus diukur melalui kinerja. Publik tentu berharap ketiga polwan tersebut mampu menghadirkan kepemimpinan yang tegas, humanis, dekat dengan masyarakat, serta mampu menjaga kepercayaan publik di wilayah tugas masing-masing.