Yayasan SANOMA Gelar Sosialisasi Edukasi Kesehatan dan Manajemen Pengobatan Jangka Panjang

Yayasan Sahabat Noken Mandiri (SANOMA) sukses menyelenggarakan kegiatan sosialisasi dengan tema, Edukasi Kesehatan dan Manajemen Pengobatan Jangka Panjang.


Kegiatan yang dibuka oleh Brury Dimara selaku Ketua Yayasan SANOMA ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kapasitas penerima manfaat mengenai pola hidup sehat serta manajemen pengobatan berkelanjutan berdasarkan perkembangan ilmu kesehatan terkini.

Dewan Pembina Sanoma, Indri Winda dalam sambuntanya mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk komitmen yayasan dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai kesehatan dan pengobatan jangka panjang. Sebanyak 27 penerima manfaat terdaftar mengikuti kegiatan ini.

Indri mengharapkan edukasi ini dapat mendorong disiplin, kepercayaan diri, dan kemandirian peserta dalam menjaga kesehatan untuk mewujudkan hidup yang lebih produktif.

Kepala Bidang Kesmas dan Penanggulangan Penyakit Dinas Kesehatan Papua Barat Daya, Dr. Mavren, dalam sambutannya megaskan komitmen bersama bahwa ODIF harus tetap sehat dan menyampaikan selamat ulang tahun kedua bagi Sanoma.

“ Atas nama Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya, beliau resmi membuka kegiatan sekaligus mengapresiasi antusiasme peserta,” kata dia.

Sementara itu, Sekretaris KPAD Kota Sorong, Jenny Isir, menyampaikan apresiasi atas kontribusi Sanoma dalam pemberdayaan peserta dan mendorong kemandirian melalui prinsip sadar, mau, dan lebih baik.

Narasumber utama kegiatan ini adalah Kepala Puskesmas Malam Sinsa, Dr. Kartimi W.O. Poli.

Ia menyampaikan Materi Kesehatan: ARV dan Manajemen Efek Samping, menurut, Dr. Kartini Poli mengatakan  materi utama mengenai pengobatan ARV. Penjelasan meliputi cara kerja ARV, efek samping, durasi pengobatan, serta mekanisme layanan kesehatan.

Dalam sesi tanya jawab berlangsung aktif, mencakup topik efek samping ARV, lokasi pengambilan obat, penyesuaian pengobatan, hingga pentingnya pemeriksaan viral load untuk evaluasi kesehatan.

Selain edukasi kesehatan, Sanoma berkolaborasi dengan pemerintah dalam menyediakan pelatihan keterampilan seperti kesentikan, otomotif, dan tata boga. Program ini diharapkan mampu mendorong peserta menerapkan keterampilan demi kemandirian ekonomi.