Pimpinan korps Bhayangkara yang baru dilantik Presiden Joko Widodo, Jenderal Listyo Sigit Prabowo diharapkan mampu menegakkan kasus rasisme terhadap aktivis asal Papua Natalius Pigai. Ke depan juga diharapkan tak ada kasus serupa.
- Pelaku Jambret di Al Jihad Mengaku 12 Kali Beraksi di Kota Sorong
- Pelaku Pembunuh Kejam Michela Kurisi Doha Tertangkap di 3 Tempat Berbeda, Terancam Tembak Mati
- Polres Boven Digoel Gelar Razia Handphone untuk Antisipasi Perjudian Online
Baca Juga
Demikian diungkapkan Ketua Badan Musyawarah (Bamus) Papua Willem Frans Ansanay melalui keterangan tertulis, Kamis (28/1).
Willem mengatakan, Bamus Papua menaruh harapan besar Kapolri Sigit menyelesaikan kasus rasisme secara tuntas hingga ke akar-akarnya.
Kami memberikan apresiasi kepada pak Kapolri Listyo Sigit, dan kedepannya kami berharap hukum tidak hanya tajam ke bawah saja, tapi juga harus tajam ke atas. Jadi penegakan hukum harus dilaksanakan, oleh karena itu kami mendukung keputusan pemerintah lewat Kapolri untuk kasus rasisme ini," kata Willem.
"Karena apa, karena dari caption itu lah kemudian diambil oleh saudara Ambroncius Nababan dan diedarkan lagi," sambung Willem .
Meski begitu, Willem juga berharap kepada masyarakar Papua agar jangan terjebak dalam isu ini. Jangan membuat masalah ini terkesan bahwa seolah-olah masyarakat Papua itu seperti "monkey" dan kita wajib pisah dari Indonesia.
"Jangan itu salah alamat, karena pihak tertentu juga yg memainkan isu ini, kami semua berharap masyarakat Papua tidak terjebak dalam provokasi itu," pungkas Willem. 
- TNI-Polri Kembali Amankan Ganja di Batas Negara Sebanyak 1,5 Kg
- Karena Uang Rp.2000, Tukang Parkir Liar Di Merauke Nekat Bacok Pengendara Dari Kepala, Korban Kritis
- Cabuli dan Berupaya Sodomi Bocah 8 Tahun, MZ Akhirnya Tertangkap Satreskrim Polres Merauke
