Pimpinan korps Bhayangkara yang baru dilantik Presiden Joko Widodo, Jenderal Listyo Sigit Prabowo diharapkan mampu menegakkan kasus rasisme terhadap aktivis asal Papua Natalius Pigai. Ke depan juga diharapkan tak ada kasus serupa.
- Wakapolres Boven Digoel: Saat Ini Banyak Modus Kejahatan Baru yang Terjadi di Masyarakat
- DK Diamankan Sat Narkoba Polresta Lantaran Memiliki 860 Butir Obat Keras Jenis Trihexyphenidyl
- Hari Pertama Operasi Patuh Cartenz 2024 Polres Boven Digoel: Puluhan Pelanggar Terjaring Razia
Baca Juga
Demikian diungkapkan Ketua Badan Musyawarah (Bamus) Papua Willem Frans Ansanay melalui keterangan tertulis, Kamis (28/1).
Willem mengatakan, Bamus Papua menaruh harapan besar Kapolri Sigit menyelesaikan kasus rasisme secara tuntas hingga ke akar-akarnya.
Kami memberikan apresiasi kepada pak Kapolri Listyo Sigit, dan kedepannya kami berharap hukum tidak hanya tajam ke bawah saja, tapi juga harus tajam ke atas. Jadi penegakan hukum harus dilaksanakan, oleh karena itu kami mendukung keputusan pemerintah lewat Kapolri untuk kasus rasisme ini," kata Willem.
"Karena apa, karena dari caption itu lah kemudian diambil oleh saudara Ambroncius Nababan dan diedarkan lagi," sambung Willem .
Meski begitu, Willem juga berharap kepada masyarakar Papua agar jangan terjebak dalam isu ini. Jangan membuat masalah ini terkesan bahwa seolah-olah masyarakat Papua itu seperti "monkey" dan kita wajib pisah dari Indonesia.
"Jangan itu salah alamat, karena pihak tertentu juga yg memainkan isu ini, kami semua berharap masyarakat Papua tidak terjebak dalam provokasi itu," pungkas Willem. 
- Buntut Panjang Kasus Korupsi 34 Miliar Oknum PNS Merauke, Dua Pegawai Bank Papua Ditetapkan Sebagai Tersangka
- Aliansi Pemuda Merauke Anti Rasisme Laporkan Ambroncius Nababan ke Polisi
- DK Diamankan Sat Narkoba Polresta Lantaran Memiliki 860 Butir Obat Keras Jenis Trihexyphenidyl
