Dugaan Aktivitas KKB, 101 Warga Manggelum dan Firiwage Mengungsi di Mapolres Boven Digoel

Boven Digoel, Papua Selatan – Sebanyak 101 warga dari Distrik Manggelum dan Distrik Friwage mengungsi ke Kota Tanah Merah dan mendapat pelayanan serta pendampingan dari Polres Boven Digoel, Senin (1/6/2026).


Ratusan warga tersebut tiba secara bertahap di Mapolres Boven Digoel setelah muncul informasi mengenai keberadaan orang asing yang diduga merupakan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di wilayah tempat tinggal mereka. Dari total pengungsi yang datang, sebanyak 46 orang merupakan orang dewasa dan 55 lainnya adalah anak-anak.

Setibanya di lokasi, para pengungsi langsung mendapatkan berbagai layanan kemanusiaan dari personel Polres Boven Digoel. Pelayanan yang diberikan meliputi pemeriksaan kesehatan, penyediaan makanan dan minuman, pendataan identitas, hingga fasilitas tempat beristirahat yang layak.

Selain itu, kepolisian juga melaksanakan kegiatan trauma healing bagi anak-anak dan keluarga yang terdampak akibat situasi yang terjadi di wilayah asal mereka.

AKBP Wisnu Perdana Putra ,S.H.,S.I.K.,M.M.,CBA mengatakan bahwa langkah cepat yang dilakukan merupakan bentuk kehadiran Polri dalam memberikan perlindungan dan rasa aman kepada masyarakat yang membutuhkan bantuan.

“Polri hadir untuk memastikan masyarakat yang mengungsi mendapatkan pelayanan, perlindungan, dan penanganan yang layak selama berada di tempat pengungsian,” ujarnya.

Di samping memberikan bantuan kemanusiaan, personel kepolisian juga melakukan pendalaman informasi terhadap sejumlah warga yang mengetahui kondisi di Distrik Manggelum dan Friwage. Kegiatan tersebut dilakukan melalui proses klarifikasi dan pembuatan Berita Acara Klarifikasi guna memperoleh informasi yang akurat terkait perkembangan situasi keamanan di kedua distrik tersebut.

Polres Boven Digoel memastikan seluruh pengungsi mendapatkan perhatian dan pendampingan selama berada di lokasi pengungsian. Kepolisian juga terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Boven Digoel dan instansi terkait untuk menjamin keamanan serta keselamatan warga.

Sementara itu, masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi. Warga juga diminta segera melaporkan kepada aparat keamanan apabila mengetahui adanya gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat di lingkungan masing-masing.

Dengan langkah penanganan yang dilakukan, diharapkan situasi kamtibmas di Kabupaten Boven Digoel tetap kondusif serta memberikan rasa aman bagi masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.