Menanggapi beredarnya foto/hasil jepretan masyarakat yang memperlihatkan awan yang berbentuk seperti ufo di langit kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura yang dikaitkan dengan kejadian gempa bumi yang baru – baru ini terjadi.
- Lagi Laka Lantas di Jalan Trans Papua, Satu Orang Meninggal Dunia
- Kurangnya Hati-hati Berkendara, Pengendara Motor Meninggal Dunia
- Satu Unit Rumah Di Kawasan Salor Indah Merauke Ludes Dilalap Si Jago Merah
Baca Juga
Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Jayapura dengan ini menyampaikan bahwa awan tersebut dikenal dengan nama Awan Lenticularis.
"Awan Lenticularis berbentuk mirip seperti lensa atau piring. Awan ini terbentuk karena angin yang berhembus sejajar permukaan bumi mendapat hambatan dari objek tertentu seperti pegunungan sehingga membuat arus udara bergerak naik secara vertikal", ujar Kepala BMKG Wilayah Jayapura keterangan yang diterima, Sabtu (11/2).
Jika udara naik tersebut mengandung banyak uap air dan bersifat stabil, maka saat mencapai suhu titik embun di puncak gunung, uap air tersebut akan mulai berkondensasi menjadi awan mengikuti kontur puncak gunung.
Ujarnya, Awan ini mengindikasikan adanya aliran udara tidak beraturan (turbulensi) yang kuat di lapisan atmosfer sehingga sangat berbahaya bagi penerbangan.
"Awan ini terbentuk murni fenomena meteorologis (cuaca) dan tidak ada kaitannya dengan gempa bumi seperti yang beredar dimasyarakat saat ini. Awan ini juga bukan fenomena baru yang muncul sekali ini saja di wilayah Jayapura." 
- Speedboat Berisi 7 Orang Terbalik, 1 Korban Masih Dalam Pencarian
- Dua Pemuda Terseret Ombak di Pantai Base-G, Satu Belum Ditemukan"
- Cuaca Ekstrem Di Masa Pancaroba, BMKG Himbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan