Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Maybrat menggelar Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) dengan tema, “ Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga”, di Lapangan Ikuf, Kampung Jitmau, Distrik Aitinyo Raya, Maybrat, Jumat, 29 November 2025.
- Kemitraan Pemerintah dan Swasta: Investasi di Sektor Pertanian Merauke
- Gelar Konferensi 1 di Biak, APS Bahas Percepatan Pembangunan Papua
- Polres Boven Digoel Diminta Jaga Sinergitas dengan Insan Pers
Baca Juga
Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 15.40 hingga 18.05 WIT ini dipimpin oleh Pdt. Ev. Sefanya Yeuwun dan diikuti sekitar 500 peserta dari berbagai denominasi gereja, tokoh masyarakat, serta unsur pemerintah daerah dan aparat keamanan.
Acara yang diselenggarakan menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru ini menjadi ruang persekutuan sekaligus sarana memperteguh toleransi, persaudaraan, dan stabilitas sosial di Kabupaten Maybrat.
Ketua FKUB Maybrat, Pdt. Yance Sikirit dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah, TNI atau Polri, para pemuka agama, dan masyarakat atas dukungan terhadap penyelenggaraan KKR.
Yance Sikirit menekankan bahwa keluarga merupakan pusat pembentukan kasih dan pengharapan serta mengajak masyarakat membawa nilai iman ke dalam tindakan nyata sehari-hari.
Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru, kata Yance Sikirit juga mengimbau agar tidak mudah terprovokasi dan terhasut informasi hoax yang beredar di media sosial yang tidak dijamin keakuratannya.
“ Masyarakat untuk tetap waspada terhadap isu, provokasi, dan hoaks yang kerap beredar di media sosial,” ujar Yance Sikirit.
Ia mengajak masyarakat untuk menjadi pribadi yang cerdas, menjaga kerukunan, dan tidak menyebarkan informasi yang dapat merusak persatuan.
Sementara itu, Wakil Bupati Maybrat, Ferdinando Solossa turut mengajak warga menjaga stabilitas dan menolak segala bentuk provokasi menjelang 1 Desember
Ferdinando Solossa, dalam sambutannya menegaskan bahwa pemerintah daerah mendukung penuh kegiatan seperti KKR karena dinilai mempererat hubungan antarwarga dan memperkuat keamanan serta ketertiban masyarakat.
Ia menegaskan bahwa tanggal 1 Desember tidak sepatutnya dijadikan hari besar yang dapat memicu gangguan kamtibmas.
“Mari kita jaga keamanan, hindari minuman keras, perkuat poskamling, dan jangan terpengaruh hoaks yang dimanfaatkan pihak tidak bertanggung jawab,” ujar Wakil Bupati.
Ia juga mengajak masyarakat mengutamakan toleransi antaragama serta saling menghargai perayaan dan tradisi keagamaan masing-masing.
Dalam diakhir penutupan dalam testimoninya Wakil Bupati dan para tokoh masyarakat mengajak seluruh warga menjaga stabilitas politik dan keamanan hingga akhir tahun 2025.
Mereka meminta masyarakat tidak terpengaruh provokasi, isu liar, maupun opini yang memecah belah, serta bersama-sama menolak peredaran minuman keras sebagai salah satu pemicu gangguan kamtibmas. 
- Semarak Natal Kodim 1711 Boven Digoel Bagikan Sembako ke Masyarakat
- Boven Digoel Menjadi Tuan Rumah Rakor Pilkada 2024 Se-Provinsi Papua Selatan
- Persiapkan Pengamanan Pilkada, Kapolres Boven Gelar Cofee Morning bersama Ketua Paguyuban