Gelar Forum Dekan 2026, AIPKI Dorong Program Studi Baru Dukung Asta Cita Presiden Prabowo

Konferensi pers Forum Dekan 2026 yang di hadiri pengurus pusat AIPKI periode 2025-2028 yang di antaranya Ketua Umum AIPKI, Profesor dr Wisnu Barlianto di dampingi dr Flora Ramona Sigit Prakoeswa, dr Safrizal Rahman, dr Yenny, Prof. dr Yuyun Yueniwati, Prof Tonang  Dwi Ardiyanto dan Prof. dr Dwiana Ocvianty, dalam konferensi persnya di di Ruang Etamin Vega Hotel pada Sabtu, 31 Januari 2026.
Konferensi pers Forum Dekan 2026 yang di hadiri pengurus pusat AIPKI periode 2025-2028 yang di antaranya Ketua Umum AIPKI, Profesor dr Wisnu Barlianto di dampingi dr Flora Ramona Sigit Prakoeswa, dr Safrizal Rahman, dr Yenny, Prof. dr Yuyun Yueniwati, Prof Tonang Dwi Ardiyanto dan Prof. dr Dwiana Ocvianty, dalam konferensi persnya di di Ruang Etamin Vega Hotel pada Sabtu, 31 Januari 2026.

Forum Dekan Asosiasi Institusi Pendidikan Kedokteran Indonesia (AIPKI) mengelar pertemuan di Vega Hotel, Kota Sorong, Papua Barat Daya.


Kegiatan yang laksanakan  pada tanggal 30 Januari sampai 31 Januari 2026 ini merumuskan beberapa rekomendasi strategi yang telah disepakati untuk memperkuat dan meningkatkan mutu pendidikan kedokteran di Indonesia.

Menurut Ketua Umum AIPKI, Profesor dr Wisnu Barlianto mengatakan AIPKI mendorong pembukaan Program Studi baru dokter spesialis dan subspesialis dalam rangka mendukung program asta cita Presiden Prabowo Subianto guna menjamin distribusi layanan kesehatan di Seluruh Indonesia dengan tetap menjaga mutu pendidikan.

Wisnu Barlianto menambahkan AIPKI juga akan terlibat aktif dalam upaya pendirian program RSPPU dengan mengacu pada aturan pendirian Program studi yang telah ditetapkan oleh kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

“ Siap menjalankan program penyebaran PPDS Senior ke daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T), guna memenuhi kompetensi pendidikan dan memberikan pelayanan spesialis dan subspesialis,” kata Wisnu Barlianto yang di dampingi pengurus pusat AIPKI yang di antaranya dr Flora Ramona Sigit Prakoeswa, dr Safrizal Rahman, dr Yenny, Prof. dr Yuyun Yueniwati, Prof Tonang  Dwi Ardiyanto dan Prof. dr Dwiana Ocvianty, dalam konferensi persnya di di Ruang Etamin Vega Hotel pada Sabtu, 31 Januari 2026.

Ia melanjutkan AIPKI juga mendorong upaya implementasi dari keputusan MK nomor 111/PUU-XXII/2024 dengan tetap menjaga keberlanjutan pendidikan kedokteran.

AIPKI juga merekomendasikan mendorong pendidikan spesialis dan subspesialis untuk mendapatkan berbagai skema pembiayaan beasiswa seperti LPDP dan lain-lainnya.

Wisnu Barlianto mengharapkan rekomendasi ini bisa menjadi pedoman kepada seluruh fakultas kedokteran se-Indonesia.

“ Rekomendasi ini diharapkan menjadi pedoman bagi seluruh fakultas kedokteran dan pemangku kepentingan dalam pendidikan kedokteran di Indonesia untuk meningkatkan kualitas pendidikan serta layanan kesehatan,” kata Wisnu Barlianto.

Forum Dekan AIPKI berkomitmen untuk terus berperan aktif dalam mendukung pengembangan pendidikan kedokteran yang berorientasi pada kepentingan masyarakat, dan peningkatan layanan kesehatan di Indonesia.

Membangun sumber daya manusia di bidang kedokteran merupakan tanggung jawab bersama, sehingga diperlukan sinergi dan kolaborasi yang erat antara fakultas kedokteran dan seluruh pemangku kepentingan.