Jelang Mudik Lebaran 2026, Perbaikan Ruas Jalan Merauke–Boven Digoel Dikebut

MERAUKE – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.4 PJN Wilayah 1 Papua Selatan memastikan kelancaran arus mudik Lebaran 2026 antar kabupaten di wilayah Papua Selatan. Fokus utama perbaikan saat ini diarahkan pada ruas Bupul–Erambu–Sota yang menghubungkan Kabupaten Merauke dan Boven Digoel.


Peninjauan lapangan dilakukan langsung oleh pihak PJN Wilayah 1 Papua Selatan untuk memastikan titik-titik kerusakan segera tertangani. Perbaikan difokuskan pada penanganan fungsional melalui penimbunan di lokasi yang berlubang agar aman dilalui kendaraan pemudik.

Sebanyak 270 titik lubang di sepanjang jalur tersebut telah masuk dalam daftar perbaikan. Titik kerusakan paling parah dilaporkan berada di KM 144 OPRI, tepatnya di sekitar Jembatan Barki. Meski terkendala curah hujan yang cukup tinggi, pengerjaan penimbunan telah berhasil dirampungkan pada 10 Maret 2026.

"Saat ini kita dalam proses penimbunan lubang-lubang untuk fungsionalkan jalan. Kami bermaksud agar jalan ini sedapat mungkin berfungsi ramah terhadap pengendara, sehingga pengguna jalan merasa nyaman, aman, dan tentram saat melintas," ujar perwakilan PPK 1.4 PJN Wilayah 1 Papua Selatan.

Guna mengantisipasi kendala teknis maupun cuaca selama masa mudik, Kementerian PU menyiagakan satu Posko Mudik Lebaran di KM 144+900 (wilayah Barki). Posko ini akan dijaga oleh petugas yang standby mulai H-10 hingga H+10 Lebaran. Selain petugas, alat berat juga disiagakan di lokasi tersebut agar siap digunakan sewaktu-waktu jika terjadi kondisi darurat di jalur mudik.

Rahmat Sulistio, selaku penanggung jawab kontraktor paket base 2026, menyebutkan bahwa seluruh material dan peralatan pendukung sudah siap di lapangan. Ia mengakui cuaca menjadi satu-satunya tantangan utama dalam pengerjaan ini.

Pemerintah mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama saat melintasi ruas jalan timbunan yang cenderung licin akibat hujan. Pengendara diminta untuk mengurangi kecepatan dan mengutamakan keselamatan.

"Ingat, keluarga menunggu di rumah. Kecepatan boleh tetap, tapi keselamatan adalah yang paling utama. Jika harus mengurangi kecepatan, sebaiknya kurangi demi keamanan bersama," tutup pesan dalam laporan tersebut.

Diharapkan dengan upaya perbaikan dan kesiagaan posko ini, masyarakat Papua Selatan dapat menjalankan tradisi mudik Lebaran 2026 dengan aman dan tanpa hambatan berarti.