Keluarga korban 3 personel Polres Mamberamo Raya meminta Panglima Kodam XVII/Cenderawasih untuk lakukan proses hukum dengan memecat oknum anggota TNI yang melakukan penembakan pada, Minggu (12/4) Kemarin.
- DKPP Tolak Seluruh Aduan, Nama Baik Ketua dan Anggota KPU Papua Selatan Direhabilitasi
- 1 WNI dan 5 WNA Diamankan Polisi Atas Kepemilikan Narkotika Jenis Ganja
- Kajari Merauke Pastikan Akan Memproses Hukum 13 Tahanan Makar Secara Profesional
Baca Juga
"Proses hukum yang kita keluarga inginkan yaitu yang melakukan penembakan kalau bisa Pangdam pecat saja supaya jangan terjadi begini lagi ya. saya sebagai seorang pejuang Veteran minta supaya hal ini tidak boleh terjadi lagi" Katanya
Diri nya juga bersama keluarga meminta agar sebagai pengayom rakyat, pimpinan TNI Polri untuk berikan instruksi yang baik kepada anggota yang bertugas di pedalaman untuk tidak lagi melakukan hal yang sama.
"Iya kami dari keluarga minta supaya Pangdam dengan Kapolda berikan instruksi yang baik kepada bawahan yang jaga di daerah- daerah terpencil tidak boleh melakukan hal-hal begini lagi, ini sangat memalukan sekali" tambah Pak Edi yang juga mantan pejuang Veteran.
Dirinya juga mengatakan bahwa salah satu korban adalah tulang punggung keluarga, semua anggota keluarga bergantung padanya sebab hanya korban anak laki-laki dalam keluarganya.
"Sebenarnya anak ini adalah tulang punggung keluarga karena dia sendiri yang laki-laki. Ibunya yang sekarang janda dan ada saudari perempuan yang harus dia lihat" Tutupnya 
- TNI-Polri Kembali Amankan Ganja di Batas Negara Sebanyak 1,5 Kg
- WNA Tiongkok Diduga Lecehkan Suku Asmat, Imigrasi Merauke Proses Hukum dan Siapkan Deportasi
- Proses Hukum Ismail Asso Sementara Berjalan, Ketua PMKRI Himbau Umat Katolik di Tanah Papua Agar menahan Diri