Kemenkop UKM Gelar Pelatihan Pendamping KDKMP dan Penguatan Koperasi Merah Putih di Papua Selatan

Merauke — Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM) Republik Indonesia bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Papua Selatan menggelar Pelatihan Peningkatan Kompetensi Pendamping KDKMP Tahun 2025 yang dirangkaikan dengan kegiatan Penguatan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).


Kegiatan ini dilaksanakan di Hotel Swiss-Belinn Merauke, pada Senin, 10 November 2025, dengan mengusung tema besar “SDM dan Talenta Unggul Menuju Indonesia Emas 2045.”

Pelatihan ini dihadiri 19 pendamping, dan 12 penyuluh koperasi yang berasal dari empat kabupaten di Provinsi Papua Selatan, yaitu Merauke, Mappi, Boven Digoel, dan Asmat. Kegiatan tersebut juga melibatkan Dinas Koperasi, Perhubungan, Perdagangan, dan Perindustrian Provinsi Papua Selatan, akademisi dari Universitas Musamus Merauke, serta perwakilan lembaga keuangan dan BUMN.

Pelatihan ini menjadi langkah penting dalam memperkuat kapasitas sumber daya manusia koperasi agar mampu menjadi agen perubahan ekonomi di tingkat kampung. Selain memperkuat kelembagaan, kegiatan ini juga bertujuan meningkatkan akurasi data dan efektivitas pendampingan koperasi berbasis desa.

Turut hadir membuka kegiatan secara resmi, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Papua Selatan, Bapak Sunarjo, S.E., yang mewakili Gubernur Papua Selatan. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih merupakan bagian dari 12 program prioritas nasional yang tengah dijalankan di Papua Selatan.

“Program ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam memperkuat ekonomi masyarakat dari tingkat kampung. Kita ingin menghidupkan kembali marwah koperasi Indonesia — semangat kebersamaan, kejujuran, dan kesejahteraan bersama,” ujar Sunarjo.

Ia juga menegaskan bahwa koperasi harus kembali menjadi wadah ekonomi rakyat yang berasaskan gotong royong.

“Melalui kegiatan ini, kita ingin merestorasi kembali koperasi, bukan sekadar membentuk lembaga, tetapi membangun kesadaran dan rasa memiliki. Koperasi harus menjadi rumah ekonomi rakyat,” tambahnya.

Lebih lanjut, Sunarjo mengajak seluruh peserta untuk menumbuhkan semangat cinta produk lokal dan kemandirian ekonomi kampung.

“Cintai produk kita sendiri, perkuat koperasi kita sendiri, dan bangun Papua Selatan dengan kemampuan kita sendiri. Kita mulai dari kampung, dari koperasi, dari hal kecil, supaya tumbuh besar dan berkelanjutan,” tegasnya.

Melalui kegiatan ini, Kemenkop UKM dan Pemerintah Provinsi Papua Selatan berharap Program Koperasi Merah Putih dapat menjadi tonggak kebangkitan ekonomi rakyat Papua Selatan yang sehat, transparan, dan mandiri, serta berkontribusi pada pencapaian visi Indonesia Emas 2045.