Mahasiswa, orang tua maupun para rekanan kampus kini bisa membuat laporan atau pengaduan penyalahgunaan wewenang atau kerugian negara yang terjadi di kampus-kampus.
- Gubernur Papua Bentuk Tim Hukum Atasi Perlindungan Demokrasi dan HAM di Tanah Papua
- Safari Ramadhan KKM Kota Jayapura, Iriansyah: Momen Menyapa Warga Maros
- Pemuda Muhammadiyah Dorong Pemerintah Segera Verifikasi Vaksin Halal
Baca Juga
Pengaduan tersebut bisa dilakukan melalui platform Jaringan Pencegahan Korupsi (JAGA) Kampus yang resmi diluncurkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu sore (23/2).
Peluncuran JAGA Kampus diresmikan langsung oleh Wakil Ketua KPK, Nurul Ghufron dan dihadiri Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Nadiem Anwar Makarim secara daring.
Ghufron mengatakan, JAGA Kampus merupakan pengembangan dari platform JAGA Pendidikan sebelumnya.
"Platform ini meningkatkan partisipasi masyarakat untuk pencegahan tindak pidana korupsi di pendidikan, baik di pendidikan dasar dan menengah. Kami saat ini akan mengembangkan JAGA Kampus," ujar Ghufron seperti dikutip Kantor Berita Politik RMOL.
Bukan hanya mahasiswa, orang tua mahasiswa, publik ataupun pihak ketiga yang menjadi rekanan juga bisa memberikan masukan atas tatakelola, ataupun pengaduan.
Hal ini dilakukan semata-mata agar kampus memberi teladan tata kelola yang berintegritas, termasuk penyelengaraan pendidikannya.
KPK memastikan akan menjaga kerahasiaan para pelapor atau pengadu yang melaporkan dugaan penyalahgunaan wewenang ataupun berpotensi kerugian negara yang terjadi di kampus.
"Jadi pelapor kami jaga kerahasiaannya agar tidak kemudian mendapatkan resiko yang kemudian bisa merugikan para pelapor," kata Ghufron.
Namun demikian, KPK menegaskan JAGA Kampus bertujuan untuk pencegahan. Sehingga, jika masih dalam level kampus, maka KPK akan memberikan masukan kepada kampus, baik kepada dekan, maupun rektor.
Bahkan, tak menutup kemungkinan akan ditindaklanjuti dan diteruskan kepada Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi.
"Oleh karena itu, mari sukseskan JAGA Kampus ini sebagai sebuah cermin untuk meningkatkan kualitas dan sarana atau sebagai penyedia kader calon pejabat bangsa yang berintegritas," jelas Ghufron. 
- Tiga Anggota MRP Papua Selatan Tolak Hasil Pleno Terkait Keterangan Keaslian Orang Papua
- Gubernur Papua Terus Diserang Berita Hoax Secara Masif dan Sistematis
- Gugatan Di Tolak. YW-HRY Sah Bupati Dan Wakil Bupati Kabupaten Jayapura
