MISTERI KEMATIAN DI RUMAH KOS JALAN GAK, POLISI LAKUKAN OLAH TKP

Petugas dari Polres Merauke bersama tim medis RSUD Merauke mengevakuasi jenazah seorang perempuan yang ditemukan meninggal dunia di sebuah rumah kos di Jalan Gak, Kamis (7/8/2025). Proses evakuasi dilakukan setelah dilakukan olah TKP dan pemeriksaan awal oleh Unit Identifikasi Sat Reskrim Polres Merauke.
Petugas dari Polres Merauke bersama tim medis RSUD Merauke mengevakuasi jenazah seorang perempuan yang ditemukan meninggal dunia di sebuah rumah kos di Jalan Gak, Kamis (7/8/2025). Proses evakuasi dilakukan setelah dilakukan olah TKP dan pemeriksaan awal oleh Unit Identifikasi Sat Reskrim Polres Merauke.

Merauke – Kepolisian Resor Merauke melalui Satuan Reserse Kriminal melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) terkait penemuan sesosok mayat perempuan di salah satu rumah kos di Jalan Gak, Kabupaten Merauke, pada Kamis (7/8/2025).


Kapolres Merauke AKBP Leonardo Yoga, S.I.K., M.M., melalui Kasat Reskrim Polres Merauke, menugaskan KBO Sat Reskrim IPDA Sewang untuk memimpin langsung proses olah TKP bersama Unit Identifikasi.

Korban diketahui berinisial SB, perempuan berusia 45 tahun, ditemukan dalam kondisi telah meninggal dunia di dalam kamar kosnya. Penemuan ini bermula dari laporan seorang saksi berinisial SN, yang terakhir kali bertemu korban pada Senin, 4 Agustus 2025, saat memberikan uang makan dan uang pinang. Beberapa hari kemudian, tepatnya Kamis siang, 7 Agustus 2025, pukul 11.30 WIT, saksi mendatangi rumah korban dan mencium bau tidak sedap yang berasal dari dalam kamar. Ia kemudian melaporkan hal tersebut kepada ibu kos untuk dilakukan pengecekan lebih lanjut.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Unit Identifikasi Sat Reskrim Polres Merauke segera melakukan olah TKP dan mengumpulkan keterangan dari para saksi di lokasi. Hasil visum luar oleh tim medis menunjukkan bahwa tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal dan kondisi TKP, kuat dugaan bahwa korban meninggal dunia karena penyakit. Meski demikian, penyelidikan tetap dilakukan untuk memastikan penyebab pasti kematian.

“Dari hasil olah TKP dan visum luar, tidak ditemukan unsur kekerasan. Dugaan awal korban meninggal karena sakit, namun kami tetap melakukan pendalaman,” ungkap KBO Reskrim IPDA Sewang di lokasi kejadian.

Pihak kepolisian juga menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar lebih peduli terhadap kondisi lingkungan sekitar, terutama jika terjadi sesuatu yang tidak biasa. IPDA Sewang menambahkan, “Kami mengimbau masyarakat untuk selalu menjaga kesehatan dan waspada terhadap situasi di sekitar. Jika menemukan kejadian mencurigakan atau dugaan tindak pidana, segera laporkan kepada pihak kepolisian untuk penanganan lebih lanjut.”

Hingga saat ini, pihak Polres Merauke masih melakukan penyelidikan dan menunggu hasil pemeriksaan lanjutan dari tim medis untuk memastikan penyebab kematian korban secara menyeluruh.