Muhammad Gozali Resmi Dilantik sebagai Ketua BAZNAS Boven Digoel Periode 2025–2030

Boven Digoel, Papua Selatan — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Boven Digoel resmi memiliki kepengurusan baru untuk masa bakti 2025–2030. Pelantikan digelar di Aula Kantor Bupati Boven Digoel oleh Bupati Boven Digoel yang diwakili Asisten II Setda Boven Digoel Ir. Fahrudin Isnanto M.Si, Selasa (16/12/25).


Muhammad Gozali terpilih sebagai Ketua BAZNAS Kabupaten Boven Digoel dan menyatakan komitmennya untuk mengelola zakat, infak, dan sedekah (ZIS) secara profesional, transparan, dan berdampak bagi kesejahteraan umat.

Dalam sambutan perdananya, Muhammad Gozali menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Boven Digoel, Forkopimda, DPRK, Kementerian Agama, Majelis Ulama Indonesia (MUI), serta seluruh elemen masyarakat yang telah memberikan kepercayaan kepada kepengurusan BAZNAS yang baru.

“Ini bukanlah sebuah jabatan, melainkan amanah keumatan yang sangat besar dan berat. Oleh karena itu, kami berkomitmen untuk menjalankan tugas ini dengan penuh tanggung jawab,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Agama Kabupaten Boven Digoel atas terbentuknya tim panitia seleksi yang telah bekerja maksimal, sehingga BAZNAS Kabupaten Boven Digoel dapat terbentuk untuk pertama kalinya.

Menurutnya, periode 2025–2030 merupakan masa yang penuh tantangan, terutama dalam menghadapi persoalan kemanusiaan dan kesenjangan ekonomi. Dalam konteks tersebut, peran zakat, infak, dan sedekah dinilai sangat strategis sebagai instrumen pembangunan sosial dan ekonomi umat.

Untuk itu, kepengurusan BAZNAS Kabupaten Boven Digoel periode 2025–2030 akan berfokus pada tiga pilar utama. Pilar pertama adalah penguatan kelembagaan yang transparan dan akuntabel melalui tata kelola modern berbasis teknologi serta keterbukaan laporan keuangan kepada publik. Pilar kedua adalah penguatan pengumpulan ZIS secara inovatif dengan memperluas kemitraan bersama ASN, perusahaan, dan komunitas profesional, serta optimalisasi kanal digital. Pilar ketiga adalah pendayagunaan zakat yang berorientasi pada pemberdayaan, khususnya di bidang pendidikan, kesehatan, dan ekonomi kerakyatan, agar mustahik dapat naik kelas menjadi muzaki.

Muhammad Gozali menegaskan bahwa keberhasilan BAZNAS tidak dapat dicapai tanpa dukungan seluruh pihak. Ia mengajak masyarakat untuk memberikan masukan, kritik konstruktif, serta pengawasan agar BAZNAS Kabupaten Boven Digoel benar-benar menjadi lembaga yang dipercaya dan dirasakan manfaatnya oleh umat.

“Kami hadir sebagai pelayan umat. Keberhasilan kami adalah keberhasilan bersama. Mari kita jadikan BAZNAS Kabupaten Boven Digoel sebagai rumah bersama dalam mengelola amanah zakat,” tutupnya.

Dengan terbentuknya kepengurusan ini, diharapkan BAZNAS Kabupaten Boven Digoel dapat menjadi pilar penting dalam penguatan kesejahteraan sosial dan pemberdayaan ekonomi masyarakat di wilayah perbatasan tersebut.